Headline.co.id, Pelalawan ~ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau melaporkan adanya peningkatan luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut. Hingga saat ini, tercatat penambahan area terbakar seluas 87,9 hektare. Informasi ini disampaikan oleh Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger, pada Kamis, 3 September 2026. Peningkatan ini menambah kekhawatiran akan dampak lingkungan dan kesehatan yang ditimbulkan oleh karhutla.
Menurut Edwar, penambahan luas kebakaran tersebut tersebar di beberapa kabupaten, termasuk Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Siak. “Kami terus melakukan pemantauan dan upaya pemadaman di lapangan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, dan masyarakat setempat,” ujar Edwar. Ia menambahkan bahwa kondisi cuaca yang kering dan angin kencang menjadi tantangan dalam upaya pemadaman.
BPBD Riau telah mengerahkan berbagai sumber daya untuk mengatasi kebakaran ini, termasuk penggunaan helikopter water bombing dan mobil pemadam kebakaran. Selain itu, koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga dilakukan untuk memantau kondisi cuaca dan potensi penyebaran api. “Kami berharap dengan kerjasama yang baik, kebakaran ini dapat segera diatasi,” tambah Edwar.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebagai langkah pencegahan, BPBD Riau juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya karhutla terus digalakkan, terutama di daerah-daerah rawan kebakaran. “Kesadaran masyarakat sangat penting dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” tutup Edwar. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kejadian karhutla dapat diminimalisir di masa mendatang.


















