Headline.co.id, Gorontalo ~ Produksi padi organik di Gorontalo mencapai hasil yang mengesankan dengan produksi mencapai 12,6 ton per hektare. Pencapaian ini diumumkan oleh Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan pangan dan mendorong pertanian berkelanjutan. Keberhasilan ini dicapai melalui penerapan teknik budidaya yang ramah lingkungan dan penggunaan pupuk organik.
Kepala Dinas Pertanian Gorontalo, Dr. Ir. Sutrisno, menyatakan bahwa hasil ini merupakan buah dari kerja keras para petani yang didukung oleh pemerintah daerah. “Kami berkomitmen untuk terus mendukung petani dalam mengembangkan pertanian organik. Hasil ini menunjukkan bahwa pertanian organik dapat menjadi solusi untuk meningkatkan produksi pangan tanpa merusak lingkungan,” ujarnya.
Program budidaya padi organik ini telah dimulai sejak awal tahun 2023 dengan melibatkan lebih dari 500 petani di berbagai kabupaten di Gorontalo. Para petani diberikan pelatihan intensif mengenai teknik pertanian organik, termasuk penggunaan pupuk kompos dan pestisida alami. Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan bantuan berupa alat pertanian dan bibit unggul.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia untuk mengadopsi metode pertanian organik. Dinas Pertanian Gorontalo berencana untuk memperluas program ini ke lebih banyak wilayah dan meningkatkan kapasitas produksi di tahun-tahun mendatang. “Kami berharap dengan keberhasilan ini, semakin banyak petani yang tertarik untuk beralih ke pertanian organik,” tambah Dr. Sutrisno.




















