Kemenkes Terbitkan Surat Edaran, Warga Tak Punya NIK Bisa Divaksinasi

  • Whatsapp
Cara Daftar Vaksinasi untuk masyarakat yang tidak memiliki NIK
Ilustrasi Vaksinasi (SHUTTERSTOCK/PalSand)

Headline.co.id (Jakarta) ~ Kabar gembira hadir untuk masyarakat yang tidak memiliki nomor induk kependudukan (NIK) bisa mengikuti vaksin. Kementerian Kesehatan telah memutuskan bahwa warga yang belum memiliki NIK tetap bisa divaksinasi, hal tersebut senada dengan himbauan pemerintah kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk divaksinasi COVID-19.

baca juga: Bansos Semrawut, Kepala Desa Di Klaten Curhat Ke Ganjar Saat Rembug Desa

Dilansir dari laman resmi Kemenkes.go.id, disebutkab bahwa dalam pelaksanaan vaksinasi COvid-19 dibutuhkan pendataan sasaran yang nantinya akan dimasukan kedalam Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi COVID-19 yang memuat nama dan alamat serta nomor induk kependudukan.

Dalam rangka percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dengan target masyarakat rentan dan masyarakat lain yang belum memiliki NIK perlu optimalisasi dan dukungan vaksinasi covid-19 dari pemerintah daerah.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat drg Widyawati, M.KM menyebutkan bahwa Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Surat Edaran nomor HK.02.02/III/15242/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 bagi Masyarakat Rentan dan Masyarakat Lainnya yang Belum Memiliki Nomor Induk Kependudukan. Surat Edaran itu ditujukan kepada seluruh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten, dan Kota.

baca juga: Menjadi Kelombok Beresiko Terpapar Covid-19, Kemenkes Izinkan Pemberian Vaksin Pada Ibu Hamil

“Surat edaran itu dimaksudkan untuk meningkatkan dukungan dan kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan terkait dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat rentan dan masyarakat lainnya yang belum memiliki NIK,” tutur Widyawati.

Ia menambahkan bahwa Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota akan melakukan koordinasi dengan instansi perangkat daerah terkait pelaksanaan vaksinasi untuk masyarakat rentan, seperti kelompok penyandang disabilitas, masyarakat adat, penghuni lembaga pemasyarakatan, Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), dan Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMIB), serta masyarakat lainnya yang belum memiliki NIK.

Dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat rentan dan masyarakat lainnya yang belum memiliki NIK, Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota memastikan agar instansi dan perangkat daerah terkait seperti Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM, Kantor Wilayah Kementerian Agama, Unit Pelaksana Teknis Kementerian/Lembaga, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat apabila terdapat target sasaran vaksinasi COVID-19 yang belum memiliki NIK.

baca juga: Dapak PPKM Level 4, Kasetpres Berikan Bantuan Beras dan Oksigen ke Sejumlah Provinsi

Pelayanan vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat yang belum memiliki NIK dapat dilakukan bersama-sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di satu lokasi pelayanan yang disepakati sehingga masyarakat dapat terlayani dan kebutuhan NIK dapat terpenuhi.

Kebutuhan vaksin dan logistik vaksinasi COVID-19 untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat rentan dan masyarakat lainnya yang belum memiliki NIK dapat mengoptimalkan ketersediaan di tingkat kabupaten/kota dan provinsi.

Apabila kebutuhan vaksin dan logistik vaksinasi COVID-19 masih belum mencukupi, maka Dinas Kesehatan Provinsi atau Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat mengajukan usulan kebutuhan vaksin dan logistik vaksinasi COVID-19 kepada Kementerian Kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

baca juga: Rencana Liga 1 2021 Dimulai 20 Agustus, Persib Bandung Sambut dengan Semangat

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *