Headline.co.id, Jakarta ~ PT Bumi Resources Tbk (BUMI) semakin dekat merampungkan akuisisi Loyal Metals Limited setelah mayoritas pemegang saham perusahaan eksplorasi asal Australia tersebut menyetujui skema transaksi dalam Rapat Skema pada Kamis, 20 Agustus 2026. Persetujuan itu menjadi tahapan penting bagi BUMI untuk mengakuisisi 100 persen saham Loyal Metals melalui transaksi tunai A$0,45 per saham. Proses akuisisi dilakukan melalui court-approved scheme of arrangement berdasarkan Part 5.1 Corporations Act 2001 Australia dan masih menunggu pemenuhan sejumlah persyaratan sebelum transaksi dapat diselesaikan.
Rencana akuisisi PT Bumi Resources Tbk tersebut memperoleh dukungan sangat kuat dari pemegang saham Loyal Metals. Berdasarkan keterbukaan informasi di situs investor Loyal Metals, sebanyak 99,86 persen suara yang diberikan mendukung skema akuisisi, sementara 95,96 persen pemegang saham yang hadir dan memberikan suara, baik secara langsung maupun melalui kuasa, menyatakan persetujuan.
Perkembangan transaksi PT Bumi Resources Tbk itu terjadi bersamaan dengan penguatan saham BUMI di Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 21 Agustus 2026. Hingga sekitar pukul 10.36 WIB, saham BUMI melonjak 6,32 persen menjadi Rp202 dengan aksi beli bersih investor asing mencapai Rp273 miliar di pasar reguler.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pemegang Saham Loyal Metals Setujui Akuisisi BUMI
Company Secretary Loyal Metals Ian Pamensky menjelaskan transaksi tersebut memungkinkan BUMI atau perusahaan yang sepenuhnya dimiliki perseroan mengambil alih seluruh saham Loyal Metals.
“Skema akuisisi ini dilakukan oleh PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) atau anak usaha yang sepenuhnya dimiliki BUMI untuk mengakuisisi 100% saham yang diterbitkan Loyal dengan pertimbangan tunai A$0,45 per saham Loyal,” tulis Ian Pamensky dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).
Loyal Metals Limited merupakan perusahaan eksplorasi sumber daya yang sahamnya tercatat di Australian Securities Exchange dengan kode LLM. Perusahaan tersebut memiliki proyek di Queensland, Australia; Northwest Territories, Kanada; James Bay Lithium District, Quebec, Kanada; serta Nevada, Amerika Serikat.
Persetujuan pemegang saham menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian transaksi. Namun, persetujuan tersebut belum berarti akuisisi langsung selesai karena masih terdapat sejumlah conditions precedent yang harus dipenuhi.
Loyal Metals sebelumnya juga telah menyampaikan perkembangan mengenai persyaratan transaksi dan pemberitahuan Second Court Hearing pada 19 Agustus 2026.
Proses hukum transaksi telah berjalan sejak Juli 2026. Pada 10 Juli 2026, Justice Hill dari Supreme Court of Western Australia menyetujui pengiriman Scheme Booklet kepada para pemegang saham Loyal Metals.
Empat hari kemudian, pada 14 Juli 2026, Scheme Booklet tersebut didaftarkan kepada Australian Securities and Investments Commission (ASIC).
Saham BUMI Melonjak 6,32 Persen
Di tengah perkembangan proses akuisisi Loyal Metals, saham BUMI mencatatkan penguatan pada perdagangan Jumat pagi.
Pada sekitar pukul 10.36 WIB, saham BUMI berada di level Rp202 atau menguat 6,32 persen. Sebanyak 3,67 miliar saham diperdagangkan dengan frekuensi transaksi mencapai 48.500 kali dan nilai transaksi Rp718 miliar.
Berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas yang dicantumkan dalam bahan informasi, saham BUMI mencatatkan net buy sebesar Rp273 miliar. Nilai tersebut menjadi yang tertinggi di antara saham-saham yang membukukan aksi beli bersih pada saat data dihimpun.
Penguatan tersebut melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis, 20 Agustus 2026. Saat itu saham BUMI naik 4,40 persen dengan volume perdagangan sebanyak 3,55 miliar saham.
Frekuensi transaksi pada perdagangan Kamis mencapai 52.032 kali dengan nilai transaksi Rp666,31 miliar. Investor asing juga membukukan net buy sebesar Rp59,84 miliar.
BUMI Bertahan di MSCI Global Small Cap Index
Selain perkembangan aksi korporasi, posisi BUMI dalam MSCI Global Small Cap Index Indonesia periode Agustus 2026 juga menjadi perhatian pasar.
Berdasarkan hasil tinjauan indeks MSCI, nama BUMI tidak termasuk dalam daftar saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap Index Indonesia.
BRI Danareksa Sekuritas sebelumnya melihat adanya ruang penguatan saham apabila BUMI mampu melewati level teknikal tertentu.
“BUMI jika mampu breakout 190, saham berpotensi melanjutkan penguatan menuju 196-204,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam catatannya untuk perdagangan Jumat (21/8/2026).
Pada perdagangan Jumat pagi, harga saham BUMI telah mencapai Rp202 sehingga berada dalam rentang proyeksi Rp196-Rp204 yang disebutkan BRI Danareksa Sekuritas.
Samuel Sekuritas Soroti Prospek Kinerja BUMI
Dari sisi fundamental, Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan kinerja BUMI berpotensi menguat pada kuartal III-2026 dan periode berikutnya hingga akhir tahun.
Prospek tersebut antara lain ditopang peningkatan produksi emas Wolfram, pemulihan laba PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), serta potensi penurunan biaya tunai seiring meredanya harga bahan bakar.
“Selain bisnis emas, prospek batu bara BUMI mendapat katalis dari potensi kenaikan harga akibat El Nino, sementara volume produksi relatif terlindungi melalui penggunaan conveyor belt,” tulis Samuel Sekuritas dalam risetnya, Rabu (12/8/2026).
Samuel Sekuritas menilai transformasi operasional BUMI berlangsung melalui dua jalur utama. Jalur pertama berasal dari ekspansi bisnis emas melalui akuisisi Wolfram yang mulai berproduksi pada akhir Mei 2026 serta proses akuisisi Loyal Metals.
Jalur kedua berasal dari bisnis batu bara, yang dinilai memiliki potensi penguatan seiring kemungkinan kenaikan harga akibat El Nino. Dari sisi operasional, penggunaan conveyor belt diperkirakan membantu menjaga volume produksi.
Pada bisnis emas, produksi Wolfram diperkirakan meningkat seiring perbaikan kadar bijih yang masuk ke fasilitas pengolahan. Perbaikan tersebut berlangsung ketika sumber material mulai beralih dari persediaan bijih atau stockpile menuju bijih yang berasal dari aktivitas penambangan.
Produksi Wolfram disebut masih berada dalam jalur untuk mencapai target produksi setara tembaga sebanyak 15 kiloton atau 15 ribu ton pada 2026.
Pendapatan BUMI Tumbuh pada Semester I-2026
Perbaikan operasional BUMI telah terlihat dari pendapatan perseroan pada kuartal II-2026 yang mencapai US$449 juta. Angka tersebut tumbuh 7,5 persen dibandingkan kuartal sebelumnya atau quarter on quarter (qoq) dan naik 36,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year (yoy).
Pertumbuhan pendapatan kuartal II-2026 antara lain ditopang peningkatan volume penjualan batu bara Arutmin sebesar 29,6 persen secara tahunan. Harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) juga meningkat 17,5 persen yoy.
Secara kumulatif, pendapatan BUMI sepanjang semester I-2026 mencapai US$867 juta atau naik 27,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Realisasi tersebut setara dengan 46,3 persen dari target Samuel Sekuritas dan 54,8 persen dari estimasi konsensus. Dengan demikian, realisasi pendapatan berada di bawah target Samuel Sekuritas tetapi sejalan dengan proyeksi konsensus pasar.
Laba bersih BUMI sepanjang semester I-2026 tercatat sebesar US$59 juta, sejalan dengan estimasi konsensus.
BRMS Rampungkan Akuisisi Saham Citra Palu Minerals
Perkembangan bisnis juga terjadi pada anak usaha BUMI, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
BRMS pada 25 Juni 2026 telah menyelesaikan pembelian sisa 3,03 persen saham PT Citra Palu Minerals (CPM) dari BUMI dengan nilai US$9,2 juta. Transaksi tersebut membuat BRMS kini memiliki 100 persen saham CPM.
Meski demikian, laba bersih BRMS pada semester I-2026 terkoreksi 43,75 persen secara tahunan menjadi US$12,92 juta. Penurunan laba berlangsung ketika pendapatan perseroan turun 20,7 persen menjadi US$95,79 juta.
Kinerja operasional BRMS diproyeksikan membaik pada sisa 2026 seiring pemulihan volume produksi tambang emas.
Dengan persetujuan mayoritas pemegang saham Loyal Metals pada 20 Agustus 2026, proses akuisisi kini bergerak ke tahapan berikutnya. Penyelesaian transaksi tetap bergantung pada pemenuhan persyaratan pendahuluan dan tahapan persetujuan yang berlaku di Australia sebelum BUMI dapat menuntaskan pengambilalihan 100 persen saham Loyal Metals.
















