Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Kokoh pada September 2026

Fajar Ari Wibowo by Fajar Ari Wibowo
27 seconds ago
in Ekonomi
Reading Time: 2 mins read
418 4
A A
0
: Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK via zoom meeting. (Dok. OJK)

Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga di Tengah Meningkatnya Tekanan Perekonomian Global (Dok. Infopublik)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id ~ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga kokoh pada September 2026. Penilaian tersebut disampaikan setelah Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK dan dikutip dari siaran pers yang diterima pada Selasa (6/10/2026). Ketahanan sektor keuangan tetap bertahan di tengah eskalasi konflik geopolitik, lonjakan harga energi dunia, serta kebijakan suku bunga global yang berada pada level tinggi lebih lama atau higher for longer. OJK menilai kondisi itu ditopang fundamental industri keuangan domestik yang solid, permodalan kuat, likuiditas memadai, dan inflasi nasional yang terkendali.

Contents

  • 1. Stabilitas sektor jasa keuangan ditopang kondisi domestik
    • 1.1. KDMP Toba Siapkan Penyerapan Panen dan Distribusi Barang Subsidi
    • 1.2. BRIN dan Kementan Perkuat Tata Kelola Pupuk Bersubsidi
  • 2. Ekonomi global menghadapi tekanan geopolitik dan energi
  • 3. Imbal hasil obligasi pemerintah capai level tinggi
  • 4. Fundamental industri keuangan domestik tetap solid

Stabilitas sektor jasa keuangan ditopang kondisi domestik

OJK menyebut indikator terkini menunjukkan perekonomian domestik relatif stabil meskipun inflasi global meningkat. Inflasi di Indonesia masih terjaga sesuai target Pemerintah sehingga permintaan domestik dan tingkat konsumsi masyarakat tetap kuat.

You might also like

: Untuk memecahkan tantangan keterbatasan kapasitas SDM sekaligus memaksimalkan potensi 243 koperasi berbadan hukum di Toba, Menteri Koperasi Ferry Juliantono turun langsung mematangkan tata kelola KDMP terintegrasi, Selasa (16/10/2026).

KDMP Toba Siapkan Penyerapan Panen dan Distribusi Barang Subsidi

7 October 2026
: Pemerintah memperkuat tata kelola pupuk bersubsidi agar kebijakan tersebut tidak berhenti pada persoalan ketersediaan dan harga, tetapi benar-benar berdampak terhadap produksi dan produktivitas pertanian (Foto: Dok BRIN)

BRIN dan Kementan Perkuat Tata Kelola Pupuk Bersubsidi

7 October 2026

Kondisi tersebut turut menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor keuangan dinilai terus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan, sejalan dengan stabilitas sektor jasa keuangan yang tetap terjaga dan fundamental industri jasa keuangan yang solid.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

OECD juga meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 0,5 persen. Menurut siaran pers OJK, peningkatan proyeksi itu mencerminkan kepercayaan global terhadap daya tahan perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Ekonomi global menghadapi tekanan geopolitik dan energi

Dalam siaran pers yang sama, OJK menyebut pertumbuhan ekonomi global pada 2026 diperkirakan lebih rendah dibandingkan 2025. Namun, proyeksi tersebut masih lebih baik daripada perkiraan sebelumnya.

Pertumbuhan global diperkirakan mendapat dukungan dari peningkatan investasi dan perdagangan yang berkaitan dengan pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Meski demikian, keberlanjutan momentum pertumbuhan masih menghadapi sejumlah tantangan.

Eskalasi konflik geopolitik kembali mendorong kenaikan harga minyak dan meningkatkan tekanan inflasi global. Selain itu, fenomena very strong El Nino berpotensi mendorong kenaikan harga pangan serta komoditas pertanian.

Kenaikan inflasi tersebut kemudian memicu kebijakan suku bunga global yang bertahan tinggi lebih lama. Kondisi higher for longer ditandai dengan kenaikan suku bunga kebijakan di Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang.

Pasar masih memperkirakan adanya kenaikan suku bunga pada akhir 2026 dan berlanjut hingga 2027. Perkembangan itu menjadi salah satu faktor eksternal yang perlu dicermati karena dapat memengaruhi kondisi perekonomian dan sektor keuangan.

Imbal hasil obligasi pemerintah capai level tinggi

Tekanan global juga terlihat dari pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah yang mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. Imbal hasil obligasi pemerintah di Amerika Serikat dan Eropa kembali ke level sebelum 2008, sedangkan di Jepang kembali ke level sebelum 1997.

Kenaikan imbal hasil tersebut turut dipengaruhi tingginya kebutuhan pembiayaan pemerintah. Selain itu, peningkatan penerbitan obligasi jangka panjang oleh hyperscaller untuk membiayai investasi terkait AI juga menjadi salah satu faktor yang disebut dalam siaran pers OJK.

Situasi tersebut berlangsung bersamaan dengan kebijakan suku bunga global yang masih ketat dan kenaikan harga energi akibat konflik geopolitik. Kendati demikian, OJK menilai sektor jasa keuangan nasional tetap memiliki daya tahan yang memadai.

Fundamental industri keuangan domestik tetap solid

Ketahanan sektor jasa keuangan nasional pada September 2026 tercermin dari permodalan industri yang kuat dan likuiditas yang memadai. Stabilitas tersebut juga didukung oleh inflasi domestik yang masih terkendali.

Inflasi yang terjaga membantu mempertahankan permintaan domestik dan konsumsi masyarakat. Dua komponen tersebut menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional di tengah perlambatan pertumbuhan global dan meningkatnya tekanan dari konflik geopolitik, harga energi, serta suku bunga dunia.

OJK menilai perkembangan positif tersebut menunjukkan sektor keuangan tetap kontributif terhadap pertumbuhan ekonomi. Dengan fundamental industri jasa keuangan yang solid, stabilitas sektor jasa keuangan nasional dinilai tetap terjaga meskipun lingkungan ekonomi global menghadapi ketidakpastian yang meningkat.

Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media

Add as a preferred source on Google
Gambar dukungan Headline.co.id

Gambar tidak dapat dimuat.

Tags: Ekonomi

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Fajar Ari Wibowo

Fajar Ari Wibowo

Related Stories

: Untuk memecahkan tantangan keterbatasan kapasitas SDM sekaligus memaksimalkan potensi 243 koperasi berbadan hukum di Toba, Menteri Koperasi Ferry Juliantono turun langsung mematangkan tata kelola KDMP terintegrasi, Selasa (16/10/2026).

KDMP Toba Siapkan Penyerapan Panen dan Distribusi Barang Subsidi

by Fajar Ari Wibowo
7 October 2026
0

Headline.co.id, Toba ~ Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono meninjau kesiapan fisik dan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pantai...

: Pemerintah memperkuat tata kelola pupuk bersubsidi agar kebijakan tersebut tidak berhenti pada persoalan ketersediaan dan harga, tetapi benar-benar berdampak terhadap produksi dan produktivitas pertanian (Foto: Dok BRIN)

BRIN dan Kementan Perkuat Tata Kelola Pupuk Bersubsidi

by Fajar Ari Wibowo
7 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ BRIN dan Kementerian Pertanian memperkuat tata kelola pupuk bersubsidi untuk memastikan kebijakan tersebut berdampak terhadap produksi dan...

: Dok. BNI

BNI Perbarui Layanan Digital untuk Nasabah Emerald dan Private

by Fajar Ari Wibowo
7 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperbarui layanan keuangan digital melalui aplikasi wondr by BNI...

: Menjadikan koperasi sebagai garda terdepan untuk meruntuhkan ketimpangan ekonomi nasional, Menkop Ferry Juliantono bersama Wantimpres Rocky Gerung melontarkan gagasan kritis nan revolusioner dalam Diskusi Publik Pra Kongres Nasional Majelis Tahkim SI ke-42 di Jakarta, Senin (5/10/2026). FOTO dok. Humas Kemenkop

Rocky Gerung: Koperasi Harus Jadi Gerakan, Bukan Sekadar Lembaga

by Fajar Ari Wibowo
7 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Gerakan koperasi didorong menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan untuk menghadapi penguasaan sumber daya oleh segelintir korporasi raksasa atau...

: Mobil tangki Pertamina bersiap mendistribusikan BBM setelah mengisi di Depo Pertamina. (ANTARA/HO-PT Pertamina Patra Niaga)

Harga BBM Indonesia Lebih Murah Dibanding Negara Tetangga

by Fajar Ari Wibowo
7 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dan avtur di Indonesia disebut lebih murah dibandingkan sejumlah negara...

: Sejumlah pekerja memindahkan ikan dari kapal menuju tempat pelelangan ikan di TPI Palang, Tuban, Jawa Timur, Senin (5/10/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat secara nasional Nilai Tukar Nelayan (NTN) pada September 2026 turun sebesar 0,17 persen dari bulan sebelumnya yakni dari 109,04 menjadi 108,85 yang disebabkan karena indeks harga yang diterima nelayan (It) mengalami kenaikan sebesar 0,62 persen lebih rendah dari kenaikan indeks harga yang dibayar oleh nelayan (Ib) sebesar 0,79 persen. ANTARA FOTO/Muhammad Mada/nz

Ekonom: Pertumbuhan Ekonomi Harus Naikkan Pendapatan Rumah Tangga

by Fajar Ari Wibowo
6 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Pertumbuhan ekonomi harus berujung pada peningkatan pendapatan rumah tangga, bukan hanya tercermin dari investasi, pembangunan infrastruktur, atau...

Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.