Headline.co.id, Probolinggo ~ Pemerintah Kota Probolinggo mendorong kolaborasi antardaerah penghasil mangga untuk meningkatkan kualitas, daya simpan, dan kesinambungan produksi komoditas tersebut. Dorongan itu disampaikan Wali Kota Probolinggo Aminuddin dalam Mango Carnival of Indonesia 2026 di Stadion Bayuangga, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026). Festival yang berlangsung hingga Sabtu (31/10/2026) mempertemukan petani, peneliti, pelaku usaha, pemerintah, dan pemangku kepentingan untuk membahas pengembangan mangga. Kolaborasi serta pengembangan pasar agro disiapkan agar mangga Indonesia mampu memperluas pemasaran dan bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Aminuddin mengatakan keragaman varietas mangga dari berbagai daerah menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing. Setiap daerah memiliki mangga dengan karakteristik berbeda, mulai dari ukuran, warna, bentuk, aroma, hingga tingkat kemanisan.
“Kita tidak lagi hanya berbicara tentang mangga Probolinggo, mangga Bondowoso, atau mangga Banyuasin. Kita harus mulai berbicara tentang mangga Indonesia. Bagaimana keunggulan genetik dari berbagai varietas dapat dikembangkan sehingga mangga kita semakin berkualitas, tahan simpan, dan mampu bersaing di pasar dunia,” tegasnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Mango Carnival satukan daerah penghasil mangga
Sejumlah daerah yang berpartisipasi dalam Mango Carnival of Indonesia 2026 lain Kabupaten Pasuruan, Situbondo, Kediri, Bondowoso, Probolinggo, Blora, Ngawi, dan Jember. Kabupaten Banyuasin juga turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Keikutsertaan daerah-daerah itu memperlihatkan keragaman mangga yang dimiliki Indonesia. Setiap daerah membawa varietas dengan ciri khas masing-masing, sehingga festival menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi komoditas tersebut sekaligus membuka pembahasan mengenai pengembangannya.
Menurut Aminuddin, festival tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan mangga. Kegiatan itu juga menjadi ruang pertemuan berbagai pihak yang berkepentingan terhadap pengembangan komoditas tersebut, termasuk petani, peneliti, pelaku usaha, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya.
Pertemuan lintas pihak tersebut diarahkan untuk membahas penguatan kualitas produk, daya simpan, serta kesinambungan produksi. Pengembangan keunggulan genetik dari berbagai varietas dinilai penting agar mangga dapat memiliki nilai saing yang lebih kuat.
Produksi mangga masih menghadapi persoalan musim
Aminuddin menyebut produksi mangga masih bersifat musiman. Di Probolinggo, panen raya umumnya berlangsung pada Oktober hingga November. Setelah periode tersebut, hasil panen berikutnya lebih terbatas.
Kondisi itu menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kesinambungan pasokan mangga. Karena itu, dukungan riset dan teknologi budi daya diharapkan dapat membantu pemerataan produksi sepanjang tahun.
Upaya tersebut tidak hanya berkaitan dengan peningkatan jumlah produksi, tetapi juga kualitas dan daya simpan mangga. Dengan produksi yang lebih berkesinambungan, peluang pengembangan pasar bagi produk pertanian itu diharapkan semakin terbuka.
Aminuddin menilai pengembangan mangga perlu dilakukan secara bersama-sama dengan memanfaatkan keunggulan varietas dari berbagai daerah. Dengan demikian, pembahasan mengenai mangga tidak berhenti pada identitas komoditas dari satu wilayah, tetapi berkembang menjadi kekuatan mangga Indonesia.
Pemkot Probolinggo siapkan pengembangan pasar agro
Selain mendorong kolaborasi produksi, Pemerintah Kota Probolinggo menyiapkan pengembangan pasar agro untuk memperkuat pemasaran produk pertanian. Pengembangan tersebut diharapkan mendukung ekosistem usaha dan meningkatkan nilai tambah komoditas.
Pemkot Probolinggo menargetkan kerja sama dengan Bank Indonesia dan Bank Jatim dapat mendukung rencana tersebut. Kolaborasi itu diarahkan untuk memperkuat peluang usaha yang berkaitan dengan produk pertanian, termasuk mangga.
Pengembangan pasar agro menjadi bagian dari upaya memperluas pemasaran mangga. Pemerintah kota tidak hanya menekankan produksi, tetapi juga mendorong agar hasil pertanian memiliki jalur pemasaran dan nilai tambah yang lebih baik.
Di sisi lain, Aminuddin menekankan pentingnya mempertahankan mangga sebagai identitas Kota Probolinggo. Menurutnya, citra tersebut sudah melekat di tengah masyarakat dan perlu terus diperkuat.
“Kalau kita menyebut Kota Probolinggo, yang dikenal orang adalah mangganya. Artinya, branding mangga kita sudah terbentuk dan ini harus terus kita perkuat,” ujarnya.
Warga ambil ribuan mangga di Stadion Bayuangga
Penguatan identitas mangga Probolinggo juga didorong melalui keterlibatan masyarakat. Aminuddin mengajak warga menanam pohon mangga di lingkungan rumah sebagai bagian dari pengembangan potensi daerah.
“Kami ingin menjadikan Probolinggo sebagai kota yang setiap rumahnya memiliki pohon mangga. Ini menjadi semangat kami untuk terus mengembangkan potensi mangga sebagai kebanggaan masyarakat,” ungkapnya.
Pembukaan Mango Carnival of Indonesia 2026 turut diwarnai antusiasme warga. Mereka mengambil ribuan buah dari gunungan mangga yang berada di Stadion Bayuangga.
Kegiatan tersebut memperkenalkan beragam varietas mangga kepada masyarakat sekaligus mendekatkan komoditas unggulan daerah dengan warga. Festival juga menjadi penanda upaya mempertemukan potensi produksi, pengembangan usaha, dan identitas daerah dalam satu kegiatan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















