Headline.co.id, Bandung ~ Jakarta (Kemenag) — Muhammad Tuhfatul Awaluddin, siswa kelas XII di MAN 1 Kota Bandung, memanfaatkan pengalaman dari program Peer Educator Kementerian Agama untuk mengembangkan edukasi sebaya di sekolahnya. Sebagai Duta Peer Educator, Tuhfatul bersama rekan-rekannya aktif mengadakan kampanye pencegahan perkawinan anak, menyediakan ruang curhat sebaya, dan menyelenggarakan seminar bagi siswa.
Salah satu inisiatif yang dilakukan oleh Tuhfatul adalah pembuatan video kampanye pencegahan perkawinan anak yang disebarluaskan melalui media sosial. Menurut Tuhfatul, media sosial merupakan platform yang dekat dengan kehidupan remaja dan dapat digunakan sebagai sarana edukasi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh teman sebaya.
“Di sekolah, kami memiliki program video kampanye untuk mencegah perkawinan anak yang kami bagikan melalui media sosial. Ini adalah upaya kami untuk memberikan pemahaman kepada remaja tentang bahaya perkawinan anak, kenakalan remaja, dan berbagai persoalan lainnya,” ungkap Tuhfatul saat mengikuti kegiatan Peer Educator di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain kampanye digital, Tuhfatul juga mengembangkan program “Rumah Pulang Bersama Teman” melalui kolaborasi dengan OSIS dan guru Bimbingan dan Konseling (BK). Program ini menyediakan ruang bagi siswa untuk berbagi cerita, persoalan, dan keresahan yang mereka alami di sekolah.
“Rumah Pulang Bersama Teman ini adalah hasil kolaborasi dengan OSIS dan BK. Kami mendengarkan curhatan teman-teman, kemudian memberikan edukasi dan konsultasi. Jika persoalan yang dihadapi membutuhkan pendampingan lebih lanjut, kami berkoordinasi dengan guru BK,” jelasnya.
Tuhfatul dan pihak sekolah juga mengadakan seminar bertajuk “Kenali Lebih Dekat, Muda Bergerak, Ciptakan Dampak”. Seminar ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengenali diri, memahami persoalan remaja, dan mendorong mereka untuk berperan positif di lingkungan sekolah. Siswa juga diajarkan untuk mengembangkan potensi, membangun relasi yang sehat, dan mempersiapkan masa depan.
Bagi Tuhfatul, pengalaman mengikuti Peer Educator memberikan bekal untuk mengembangkan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Ia berkomitmen agar pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi, tetapi diterjemahkan menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi teman sebaya.
“Yang kami lakukan bukan hanya menyampaikan materi, tetapi bagaimana teman-teman bisa merasa punya tempat untuk bertanya dan bercerita. Jadi, kami berusaha hadir sebagai teman terlebih dahulu,” tambahnya.


















