Headline.co.id, Bekasi ~ Sumedang (Kemenag) — Proses pembangunan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) di Sumedang, Jawa Barat, kini telah mencapai 95 persen. Hal ini menjadi perhatian utama Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR yang melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan untuk memastikan progres dan kebutuhan yang masih harus diselesaikan.
Dudu Rohman, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, mengungkapkan bahwa meskipun pembangunan hampir selesai, masih ada beberapa kebutuhan penting yang harus segera dipenuhi. Salah satunya adalah ketersediaan air yang sangat krusial untuk mendukung sistem pendidikan berbasis kampus yang diterapkan di MAN IC Sumedang. “Kebutuhan air ini sangat penting,” ujar Dudu saat menerima kunjungan Tim Kunker Spesifik Komisi VIII DPR di Kantor Kemenag Kabupaten Sumedang pada Kamis (20/8/2026).
Selain itu, penyelesaian pembangunan asrama juga menjadi prioritas. Dudu menekankan bahwa kesiapan ruang kelas harus sejalan dengan kesiapan asrama agar seluruh fasilitas yang dibutuhkan peserta didik dapat terpenuhi. “Jika ruang kelas sudah selesai tetapi asrama belum, tentu ini harus didukung. Kami memerlukan dukungan untuk menyelesaikan pembangunan ini,” jelasnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kunjungan kerja Komisi VIII DPR bertujuan untuk melihat langsung perkembangan pembangunan dan mengidentifikasi kebutuhan yang masih harus dipenuhi. Anggota Komisi VIII DPR, Maman Imanul Haq, menegaskan bahwa perhatian mereka tertuju pada percepatan penyelesaian pembangunan MAN IC Sumedang. “Kami ingin mendengar dari Pak Kanwil mengenai progres dan kebutuhan yang ada. Fokus kami adalah pada MAN IC ini,” tegas Maman.
Salah satu masalah yang dihadapi adalah kondisi peserta didik MAN IC Sumedang yang saat ini masih belajar di Asrama Haji Bekasi. Fasilitas tersebut sebelumnya direncanakan untuk kegiatan Kementerian Haji. Dudu menjelaskan bahwa Kementerian Agama telah berkoordinasi dengan Kementerian Haji agar proses pendidikan tetap berlangsung hingga kampus permanen di Sumedang selesai. “Kami telah berkomunikasi dengan Kementerian Haji sehingga pendidikan masih bisa berjalan di Asrama Haji Bekasi,” ungkapnya.
Maman menambahkan bahwa situasi ini memerlukan solusi segera karena Asrama Haji Bekasi juga dibutuhkan untuk kegiatan Kementerian Haji. Oleh karena itu, keberadaan kampus permanen MAN IC Sumedang sangat penting agar peserta didik dapat segera menempati fasilitas yang sesuai. “MAN IC sekarang berada di Asrama Haji Bekasi, sementara Kementerian Haji meminta agar tempatnya segera dikosongkan. Kita tidak ingin mengorbankan anak-anak kita,” katanya.
Dudu berharap dukungan dari Komisi VIII DPR RI dan para pemangku kepentingan dapat membantu menyelesaikan berbagai kebutuhan yang tersisa, sehingga pembangunan MAN IC Sumedang dapat segera diselesaikan dan dimanfaatkan untuk mendukung proses pendidikan peserta didik.


















