Headline.co.id, Jakarta ~ 19 Agustus 2026 – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyatakan dukungannya terhadap acara “Sales Mission Edutrip School Gathering 2026” yang diinisiasi oleh WisataSekolah. Acara ini bertujuan untuk memperkuat pengembangan wisata edukasi di Indonesia dan memanfaatkan destinasi lokal sebagai ruang pembelajaran bagi siswa. Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan wisata edukasi yang aman dan sesuai dengan kurikulum pendidikan.
Acara yang berlangsung pada 11 Agustus 2026 di Ruang Garuda 5AB, ICE BSD City, mengusung tema “Experiential Learning Beyond the Classroom”. Tema ini menekankan pentingnya pembelajaran di luar kelas melalui pengalaman langsung di berbagai destinasi wisata di Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi ajang pertemuan lembaga pendidikan dan pemangku kepentingan di sektor pariwisata untuk membahas tren terkini dan standar keamanan dalam wisata edukasi.
Ni Made Ayu Marthini menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang khusus untuk menjangkau sekolah-sekolah internasional dan nasional plus di Jakarta dan sekitarnya. Tujuannya adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai tren pariwisata edukasi, serta memperkenalkan berbagai paket wisata edukasi unggulan. Beberapa pelaku industri pariwisata yang berpartisipasi dalam acara ini lain Sun Educational Travel, Malang Travelista, dan Desa Wisata Cibuntu.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kemenpar melihat wisata edukasi sebagai segmen potensial yang dapat meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara. Pengembangan segmen ini sejalan dengan kampanye Bangga Berwisata di Indonesia dan #DiIndonesiaAja. Melalui wisata edukasi, peserta didik diharapkan dapat mengenal lebih dekat keragaman budaya, sejarah, dan alam Indonesia, serta menumbuhkan kecintaan terhadap kekayaan bangsa. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata di destinasi yang dikunjungi.
Made menekankan pentingnya kolaborasi sektor pariwisata dan dunia pendidikan untuk menjaga ketahanan dan keberlanjutan sektor pariwisata nasional. Dengan kerja sama ini, diharapkan semakin banyak lembaga pendidikan yang memilih destinasi di Indonesia sebagai ruang pembelajaran nyata bagi siswa. Pengembangan wisata edukasi juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap pencapaian target 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara pada tahun 2026.




















