Headline.co.id ~ Kementerian Pariwisata mencatat partisipasi Indonesia melalui Paviliun Wonderful Indonesia dalam Tourism Expo Japan (TEJ) 2026 berpotensi mendatangkan 5.600 wisatawan. Kegiatan yang berlangsung pada 24–27 September 2026 di Tokyo Big Sight, Jepang, itu juga menghasilkan estimasi potensi devisa sebesar 7,168 juta dolar AS atau setara Rp127 miliar. Potensi tersebut dihitung dari promosi destinasi dan produk wisata Indonesia kepada pengunjung serta penjajakan kerja sama dengan pelaku industri pariwisata Jepang. Kemenpar menilai hasil ini perlu ditindaklanjuti melalui penguatan komunikasi bisnis dan pengembangan paket wisata sesuai minat wisatawan Jepang.
“Capaian ini menjadi indikasi peluang pasar yang dapat ditindaklanjuti melalui penguatan komunikasi bisnis dan pengembangan paket wisata yang sesuai dengan minat wisatawan Jepang,” kata Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Paviliun Wonderful Indonesia Kenalkan Ragam Wisata
Partisipasi Indonesia dalam TEJ 2026 menjadi bagian dari upaya Kementerian Pariwisata memperkuat penetrasi pasar Jepang melalui promosi yang lebih interaktif dan berorientasi pada peluang bisnis. Paviliun Wonderful Indonesia memperkenalkan pengalaman wisata Indonesia yang mencakup wisata alam, budaya, wellness, hingga gastronomi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji membuka Paviliun Wonderful Indonesia pada Kamis (24/9/2026). Paviliun tersebut menempati area seluas 54 meter persegi di Hall E2, Booth G10, Tokyo Big Sight.
TEJ 2026 diikuti 40 negara dengan sekitar 400 co-exhibitor, 500 booth, dan lebih dari 44.000 pengunjung. Dalam pameran tersebut, Indonesia menghadirkan delapan pelaku industri pariwisata dari sektor maskapai penerbangan, agen perjalanan dan operator tur, akomodasi, perusahaan pengelola destinasi, serta atraksi wisata.
Delapan pelaku industri itu adalah Garuda Indonesia, Wendy Tour, Menjaga Bay Hotel, Kuno Villas, DMC White Tiger Bali, The Yoga Barn, Adventure Indonesia, serta The Mulia Resorts & Villas.
“Pasar Jepang memiliki potensi yang penting bagi pariwisata Indonesia. Melalui partisipasi dalam TEJ 2026, kami tidak hanya memperkenalkan destinasi unggulan Indonesia, tetapi juga membangun hubungan langsung dengan mitra industri Jepang untuk membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan,” ujar Made.
Survei Pengunjung: Bali Masih Jadi Pilihan Utama
Selain mempromosikan produk wisata, Kemenpar mengukur respons pasar melalui survei terhadap 1.614 pengunjung Paviliun Wonderful Indonesia. Hasilnya, sebanyak 63,3 persen responden belum pernah mengunjungi Indonesia, sedangkan 36,7 persen telah memiliki pengalaman berkunjung ke Indonesia.
Bali menjadi destinasi yang paling diminati dengan persentase 86,2 persen. Berikutnya adalah Pulau Komodo dan Labuan Bajo sebesar 5,3 persen, Borobudur 4 persen, Raja Ampat 1,7 persen, Danau Toba 1,5 persen, serta Lombok 1,2 persen.
“Temuan tersebut menjadi salah satu dasar penguatan strategi promosi Indonesia di Jepang, khususnya dengan memanfaatkan Bali sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan destinasi lainnya,” kata Made.
Berdasarkan temuan tersebut, Kemenpar mendorong pengembangan paket wisata tematik yang mengombinasikan destinasi populer dengan pengalaman wisata di Labuan Bajo, Yogyakarta, Manado, Danau Toba, Lombok, serta sejumlah destinasi unggulan lainnya di Indonesia.
Aktivasi Kopi dan Pertunjukan Budaya
Paviliun Wonderful Indonesia juga menghadirkan aktivasi interaktif untuk memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung mengenai kekayaan Indonesia. Salah satunya adalah “Indonesia Coffee Corner” yang menyajikan kopi unggulan asal Temanggung, Jawa Tengah, secara langsung oleh barista.
“Aktivasi ini mendapat respons positif dari pengunjung sekaligus membuka peluang pengenalan produk kopi Indonesia ke pasar Jepang,” kata Made.
Pengunjung juga diperkenalkan pada keragaman budaya Indonesia melalui pertunjukan Tari Merak dari Bali, Tari Gondang Kreasi dari Sumatra Utara, dan Tari Maumere dari Nusa Tenggara Timur. Tidak hanya menonton, pengunjung diajak menari bersama sehingga tercipta interaksi langsung dengan budaya Indonesia.
Kemenpar Perluas Penjajakan Kerja Sama
Penguatan promosi pasar Jepang berlanjut melalui “Networking Dinner” di Cinta Jawa Café, Tokyo, pada 24 September 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan delapan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan 20 buyers potensial dari Jepang, termasuk agen perjalanan, operator tur, dan mitra industri lainnya.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana makan malam informal itu ditujukan untuk membangun komunikasi personal dan kepercayaan antarpelaku industri. Para peserta juga berkesempatan memperkenalkan produk wisata, menjajaki kerja sama bisnis, memperluas jaringan distribusi, serta mengidentifikasi peluang pengembangan paket perjalanan ke Indonesia.
Pada 25 September 2026, Kemenpar melakukan pertemuan dengan Japan Airlines (JAL) di Tokyo. Pertemuan tersebut membahas perkembangan pasar wisatawan Jepang, strategi pengembangan segmen wisata premium, serta peluang kolaborasi promosi melalui program Familiarization Trip bagi agen perjalanan dan operator tur Jepang.
Salah satu peluang yang dijajaki adalah pengembangan paket perjalanan yang mengombinasikan Jakarta dengan destinasi lain, seperti Yogyakarta dan Labuan Bajo. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas pilihan perjalanan bagi wisatawan Jepang, termasuk mengoptimalkan peluang konversi perjalanan bisnis menjadi perjalanan rekreasi.
“Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Kementerian Pariwisata berupaya untuk terus memperkuat promosi pariwisata Indonesia di Jepang melalui sinergi pemerintah dan industri, pengembangan produk wisata yang sesuai dengan karakteristik pasar, serta perluasan kemitraan strategis dengan pelaku industri pariwisata internasional,” kata Made.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















