SD Budi Mulia Dua Pandeansari Lakukan Vaksinasi Covid-19 Tahap 1 Secara Serempak

  • Whatsapp
Sulton Kepala Sekolah SD Budi Mulia Dua Sedang melakukan Vaksinasi Tahap 1
Sulton Kepala Sekolah SD Budi Mulia Dua Sedang melakukan Vaksinasi Tahap 1

Headline.co.id (Yogyakarta) ~ Puluhan Guru dan tenaga kependidikan Sekolah Dasar Budi Mulia Dua Pandeansari mengikuti vaksinasi COVID-19 dosis pertama di halaman sekolah pada Kamis, (25/3).

baca juga: Tanya Veronika Asisten Virtual Layanan Pelanggan dan Hiburan dari Telkomsel

Read More

Vaksinasi dilakukan dengan satu-persatu peserta dipanggil untuk verifikasi data yakni nama, usia, Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang sebelumnya telah mendaftarkan diri di form pendaftaran vaksinasi Kabupaten Sleman . Setelah itu, peserta mendapat giliran untuk pengecekan (screening) tensi darah, lingkar perut, kadar gula darah, berat badan, dan tinggi badan.

Tenaga kesehatan juga melakukan konfirmasi ulang calon penerima vaksin tentang penyakit peserta sebagai faktor kelayakan divaksin. Usai dilakukan suntik vaksinasi tahap 1, guru dan tendik dipersilahkan untuk istirahat dan menunggu selama 30 menit untuk melihat reaksi tubuh. Jika tidak mengalami reaksi yang ekstrem guru dan tenaga pendidikan dipersilahkan untuk kembali ke aktifitasnya masing-masing.

baca juga: Kumpulan Puisi Corona dan Pantun Tentang Covid-19

Pelaksanaan vaksinasi dilaksanakan oleh tim fasilitas kesehatan (faskes) terdekat yakni Puskesmas Depok 2 Sleman mulai pukul 08.00 – 12.00.

Guru SD Budi Mulia Dua Pandeansari Usai Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama
Guru SD Budi Mulia Dua Pandeansari Usai Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama

Kepala Sekolah SD Budi Mulia Dua Pandeansari, Mr Sulton menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran vaksinasi tahap pertama untuk staf guru dan karyawan SD Budi Mulia Dua Pandeansari.

“Alhamdulillah seluruh staf guru dan karyawan SD Budi Mulia Dua Pandeansari sudah mendapatkan vaksin covid-19. Semoga bisa menjadi bagian dari usaha penanggulangan virus covid-19 yang sedang mewabah di Indonesia.” kata Sulton.

baca juga: Harga Gabah dan Beras Tak Manusiawi, Petani di OKU Timur Menjerit

Sulton menambahkan jumlah guru dan tenaga kependidikan yang dilakukan vaksinasi berjumlah 74 orang, sementara terdapat 8 orang yang belum bisa dilakukan vaksinasi dikarenakan tensi dan kadar gula darah yang tinggi.

“Terimakasih kami ucapkan kepada team medis atau kesehatan Puskesmas Depok 2 yang telah membantu dan melayani vaksinasi ini,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *