Headline.co.id, Bantul ~ Seorang wanita lanjut usia berinisial S (75) ditemukan meninggal dunia di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Sorowajan, Dukuh Glugo, Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Sabtu (6/6/2026) pagi. Korban yang diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan sebelumnya dilaporkan meninggalkan rumah sejak Jumat malam. Berdasarkan pemeriksaan awal petugas medis, korban diduga mengalami kecelakaan akibat terjatuh dan membentur batu nisan di lokasi pemakaman. Peristiwa tersebut telah ditangani Polsek Sewon bersama Tim Inafis Polres Bantul dan petugas kesehatan dari Puskesmas Sewon II.
Penemuan jasad korban pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 WIB oleh seorang saksi bernama Suharno yang sedang melakukan pencarian. Korban ditemukan dalam posisi tergeletak di atas rumput di bawah pohon kamboja, tepat di dekat sebuah batu nisan di area TPU Sorowajan.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, petugas langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya warga yang ditemukan meninggal dunia di area pemakaman.
“Betul, personel dari Polsek Sewon dipimpin oleh Pawas langsung mendatangi lokasi kejadian bersama Tim Inafis Polres Bantul dan pihak Puskesmas Sewon II setelah mendapat laporan dari masyarakat mengenai adanya warga yang ditemukan meninggal dunia di area pemakaman,” ujar Iptu Rita Hidayanto saat dikonfirmasi, Sabtu (6/6/2026).
Setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh tenaga medis dari Puskesmas Sewon II, korban dipastikan telah meninggal dunia saat ditemukan. Namun demikian, petugas belum menemukan tanda-tanda kaku mayat pada tubuh korban.
Hasil pemeriksaan juga menunjukkan adanya luka memar pada bagian hidung serta perdarahan dari kedua lubang hidung korban. Berdasarkan temuan di lokasi, luka tersebut diduga terjadi akibat benturan saat korban terjatuh.
“Dari hasil pemeriksaan medis oleh dokter Puskesmas, terdapat luka memar di bagian hidung dan keluar darah dari kedua lubang hidung. Luka tersebut diduga kuat akibat korban terjatuh dan wajahnya membentur batu nisan yang berada tepat di sebelah posisi korban saat ditemukan. Petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan lain atau bekas penganiayaan pada tubuh korban,” jelas Rita.
Keterangan yang diperoleh petugas dari pihak keluarga menyebutkan bahwa korban memiliki kebiasaan keluar rumah dan berjalan-jalan, termasuk menuju area pemakaman untuk mencari bunga. Korban juga diketahui sempat meninggalkan rumah sejak Jumat malam sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia keesokan harinya.
Polisi menyatakan tidak menemukan indikasi tindak kekerasan maupun unsur kriminal berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian. Seluruh proses penanganan dilakukan dengan melibatkan petugas kepolisian, Tim Inafis, serta tenaga medis untuk memastikan kondisi korban.
Sementara itu, keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga juga menolak dilakukannya pemeriksaan lanjutan maupun autopsi terhadap jenazah dan telah membuat pernyataan resmi terkait keputusan tersebut.
“Keluarga korban sudah menerima kejadian ini dengan ikhlas dan menganggapnya sebagai musibah. Mereka tidak berkenan untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan atau otopsi, dan sudah menandatangani surat pernyataan resmi. Saat ini jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan rencananya akan langsung dikebumikan hari ini,” pungkas Rita.
Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan selanjutnya dimakamkan pada hari yang sama.





















