Highlight Berita Kemah Daerah BSMR DIY 2026 Latih 100 Remaja Hadapi Bencana dan Jadi Relawan Kemanusiaan:
Headline.co.id, Sleman ~ Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Daerah Istimewa Yogyakarta membekali lebih dari 100 pelajar dengan keterampilan dasar kebencanaan dan kerelawanan melalui Kemah Daerah Bulan Sabit Merah Remaja (BSMR) DIY 2026. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, di Villa Van Resink, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Para peserta mengikuti pembelajaran, simulasi lapangan, refleksi, dan kerja sama tim untuk meningkatkan kesiapan mereka menghadapi situasi bencana. Program ini menjadi bagian dari upaya BSMI DIY membentuk kader relawan muda yang tangguh, peduli, terampil, dan memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat.
Kemah Daerah BSMR DIY 2026 diikuti peserta dari tujuh sekolah yang terbagi dalam 13 regu jenjang SMP atau MTs serta SMA atau MA di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang pembelajaran sekaligus penguatan karakter bagi anggota BSMR.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua BSMI D.I. Yogyakarta dr. Nurhidayat Nugroho, Sp.Rad. bersama Ketua Dewan Pengurus Nasional BSMI Muhamad Djazuli Ambari, SKM, M.Si.
Dalam sambutannya, Nurhidayat dan Djazuli menekankan pentingnya peningkatan kapasitas generasi muda dalam mendukung kesiapsiagaan bencana. Generasi muda dinilai perlu dipersiapkan agar mampu berperan dalam berbagai aksi kemanusiaan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Pembelajaran Berbasis Pengalaman Kebencanaan
Kemah Daerah BSMR DIY 2026 mengusung konsep Learn, Experience, Reflect, Serve. Konsep tersebut diterapkan melalui pendekatan experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman.
Peserta tidak hanya menerima penjelasan materi di dalam ruangan, tetapi juga mengikuti berbagai tantangan, kegiatan refleksi, simulasi, dan kerja sama kelompok. Pendekatan tersebut dirancang agar materi kebencanaan dapat dipahami secara lebih aktif, aplikatif, dan bermakna.
Melalui proses tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan pengetahuan yang telah dipelajari. Mereka juga dilatih bekerja sama, berkomunikasi, mengidentifikasi persoalan, dan mengambil keputusan dalam situasi yang menyerupai kondisi darurat.
Sejumlah narasumber dengan latar belakang keahlian berbeda dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Materi mengenai hubungan BSMI, kebencanaan, dan kerelawanan disampaikan oleh Dr. dr. Bambang Edi Susyanto, Sp.A., M.Kes.
Peserta juga memperoleh pembekalan mengenai logistik dan pengelolaan dapur umum dari Revangga Yogatama Wibowo, S.Sos. Materi itu menjadi bagian penting dalam penanganan keadaan darurat karena distribusi kebutuhan dasar harus dilakukan secara terencana dan sesuai kondisi masyarakat terdampak.
Sementara itu, dr. Muhammad Nashih Ulwan menyampaikan materi rapid assessment atau penilaian cepat. Materi tersebut membekali peserta dengan pemahaman mengenai proses pengumpulan informasi awal setelah terjadi bencana.
Pembekalan psikososial dan trauma healing disampaikan oleh Khamzah Beriasta, S.Psi. Materi ini memperkenalkan kepada peserta pentingnya memberikan dukungan psikologis kepada masyarakat yang mengalami tekanan atau trauma setelah menghadapi peristiwa bencana.
Adapun materi triase disampaikan oleh dr. Fendy Andra Fahreza. Melalui materi tersebut, peserta dikenalkan pada proses pengelompokan korban berdasarkan kondisi dan tingkat kebutuhan penanganannya.
Peserta Jalani Simulasi Rapid Assessment
Setelah mengikuti rangkaian pembelajaran, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menjalani simulasi lapangan. Dalam simulasi tersebut, mereka berperan sebagai relawan yang bertugas mengumpulkan informasi mengenai situasi kebencanaan.
Peserta diminta menjalankan skenario rapid assessment dengan melakukan penilaian situasi dan mengidentifikasi kebutuhan masyarakat terdampak. Mereka juga dilatih menentukan langkah awal yang perlu dilakukan berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan.
Simulasi tersebut memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai tugas awal seorang relawan ketika berada di lokasi bencana. Ketepatan informasi menjadi unsur penting karena dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam penanganan kondisi darurat.
Selain mengembangkan kemampuan teknis, simulasi lapangan juga melatih kepemimpinan, koordinasi, komunikasi, dan kerja sama. Setiap anggota kelompok harus memahami perannya agar proses penilaian dan penyampaian informasi dapat berjalan dengan baik.
BSMI DIY menilai pendidikan kebencanaan sejak usia remaja penting untuk membangun budaya kesiapsiagaan. Pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperoleh peserta diharapkan dapat digunakan ketika menghadapi keadaan darurat di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Penguatan Spiritual bagi Relawan Muda
Kemah Daerah BSMR DIY 2026 tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis kebencanaan. Penyelenggara juga memberikan penguatan spiritual sebagai fondasi pembentukan karakter relawan muda.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti salat berjamaah, salat tahajud, dan kultum. Materi kultum disampaikan oleh Muhammad Zakiy Abdussalam, Lc. dan Ramadhan Zainul Arifin, S.Pd.
Rangkaian kegiatan spiritual tersebut diarahkan untuk membentuk peserta yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam penanganan bencana, tetapi juga berakhlak mulia, peduli terhadap sesama, dan memiliki semangat pengabdian.
Nilai kedisiplinan, kepedulian sosial, tanggung jawab, dan keikhlasan menjadi bagian dari karakter yang ditanamkan selama kegiatan. Nilai-nilai tersebut dipandang penting karena relawan kerap bekerja dalam situasi darurat yang membutuhkan ketahanan fisik, mental, dan emosional.
BSMI DIY berharap Kemah Daerah BSMR 2026 dapat melahirkan kader relawan muda yang memiliki semangat kemanusiaan, kemampuan dasar penanggulangan bencana, dan jiwa kepemimpinan. Para peserta juga diharapkan memiliki kesiapan untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen BSMI DIY dalam membangun kesiapsiagaan bencana sejak usia remaja melalui pendidikan, pelatihan, pengalaman langsung, dan penguatan nilai kemanusiaan.
BSMI D.I. Yogyakarta merupakan organisasi kemanusiaan yang bergerak dalam pelayanan kesehatan, penanggulangan bencana, pemberdayaan masyarakat, dan pembinaan relawan. Melalui program pendidikan, pelatihan, serta aksi kemanusiaan, organisasi tersebut berupaya membentuk relawan yang profesional, berintegritas, dan siap melayani masyarakat dalam situasi darurat maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.



















