Headline.co.id, Bangunan ~ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengerahkan tim untuk melakukan asesmen dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 yang mengguncang Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Jumat, 14 Agustus 2026. Gempa tersebut terjadi pada pukul 14.39 WIB dan berpusat di darat, sekitar 15 kilometer barat daya Simalungun, dengan kedalaman 10 kilometer.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa tim yang dikerahkan bertugas untuk menilai kerusakan infrastruktur serta dampak terhadap masyarakat. “Kami fokus pada keselamatan warga dan memastikan bahwa bantuan dapat segera disalurkan jika diperlukan,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan resminya.
Selain melakukan asesmen, BNPB juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk memantau situasi dan memberikan bantuan yang diperlukan. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa, namun beberapa bangunan dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Tim di lapangan terus melakukan pendataan untuk memastikan tidak ada warga yang terjebak atau terluka.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Langkah selanjutnya, BNPB akan menyusun rencana tindak lanjut berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan. Abdul Muhari menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi antarinstansi dalam menghadapi potensi bencana susulan. “Kami berharap masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan,” tambahnya. BNPB juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan memperhatikan informasi resmi dari pemerintah terkait situasi terkini.
















