Headline.co.id, Bogor ~ SMA Kemala Taruna Bhayangkara (SMA KTB) menyiapkan penerimaan Angkatan Ketiga Tahun Ajaran 2027/2028 dengan membenahi fasilitas, mutu pembelajaran, tata kelola, dan ekosistem pendidikan. Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo kembali mengecek kesiapan sekolah di Gunung Sindur, Bogor, pada Selasa (29/9/2026), sehari setelah Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) dibuka. Pembenahan dilakukan untuk memastikan SMA KTB siap menerima 180 siswa baru melalui proses seleksi yang terbuka, objektif, dan akuntabel.
SPMB Angkatan Ketiga dibuka pada 28 September hingga 28 Oktober 2026. Seleksi menggunakan prinsip blind admission dengan jalur reguler dan jalur undangan, termasuk bagi siswa berprestasi di bidang olahraga melalui Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Siswa Indonesia yang diterima akan memperoleh beasiswa penuh selama tiga tahun.
Wakapolri Tinjau Fasilitas SMA KTB
Dalam kunjungannya, Wakapolri meninjau sejumlah fasilitas utama SMA KTB, lain lapangan sepak bola, lintasan jogging, ruang siswa, asrama, rumah tenaga pendidik, perpustakaan, dan laboratorium robotik. Ia meminta seluruh fasilitas yang tersedia dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung proses pembelajaran yang aman, nyaman, tertib, dan berkualitas.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Yang kita siapkan bukan hanya tempat untuk belajar, tetapi ekosistem pendidikan yang mampu membentuk karakter, kemandirian, kepemimpinan, dan kemampuan siswa menghadapi perkembangan zaman,” ujar Wakapolri.
Pengembangan SMA KTB mencakup peningkatan mutu pembelajaran, penguatan karakter, budaya literasi, pengembangan teknologi, serta standar layanan pendidikan. Kesiapan sekolah untuk menerima Angkatan Ketiga tidak hanya diukur dari ruang kelas dan fasilitas, tetapi juga dari kesiapan seluruh ekosistem pendidikan.
Hasil Akreditasi Jadi Dasar Evaluasi
Wakapolri juga berdiskusi dengan tim Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (BAN-PDM) mengenai proses dan hasil asesmen SMA KTB. Tim asesor memberikan apresiasi terhadap kemandirian siswa serta kemampuan akademik dan nonakademik yang telah berkembang di sekolah tersebut.
Di sisi lain, proses akreditasi memberikan sejumlah masukan untuk perbaikan berkelanjutan. Masukan itu mencakup mutu pembelajaran, tata kelola, kualitas peserta didik, dan standar layanan pendidikan.
Wakapolri menegaskan, hasil akreditasi harus menjadi pijakan bagi SMA KTB untuk memperbaiki kekurangan dan memperkuat capaian yang sudah ada.
“Setiap hasil dan masukan dari proses akreditasi harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki apa yang masih kurang dan memperkuat apa yang sudah baik. Yang kita bangun adalah sistem pendidikan yang terus belajar dan berkembang,” kata Wakapolri.
Dengan demikian, akreditasi tidak berhenti sebagai proses penilaian, tetapi menjadi bagian dari peningkatan mutu SMA KTB secara berkelanjutan.
Perpustakaan dan Teknologi Diperkuat
Perpustakaan SMA KTB diarahkan menjadi pusat pembelajaran dan interaksi akademik, bukan sekadar tempat menyimpan buku. Pengembangannya akan memadukan koleksi fisik dengan layanan digital, termasuk peluang integrasi dengan Perpustakaan Nasional dan sistem pemanfaatan ruang belajar.
Jam layanan perpustakaan juga didorong lebih fleksibel hingga malam hari agar siswa memiliki ruang untuk belajar secara mandiri. Dalam kunjungan itu, Wakapolri menyerahkan sejumlah buku kepada perwakilan siswa Angkatan Kedua sebagai bagian dari penguatan budaya literasi.
Pada laboratorium robotik, Wakapolri mendorong pengembangan pembelajaran di bidang robotik, kecerdasan artifisial atau AI, drone, dan teknologi masa depan. SMA KTB juga didorong memanfaatkan sumber daya serta fasilitas teknologi milik Polri, seperti Cyber Lab, Pusinafis, dan laboratorium forensik.
Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia dan Divisi Hubungan Internasional diminta mengeksplorasi peluang pendidikan, pelatihan, short course, dan summer course di luar negeri. Program tersebut diarahkan khususnya untuk bidang robotik, AI, drone, dan teknologi lainnya guna memperluas wawasan serta pengalaman internasional siswa.
SMA KTB Dikembangkan sebagai Learning Campus
Pembenahan sekolah juga diarahkan untuk membangun konsep learning campus. Lingkungan belajar ini tidak hanya ditujukan bagi siswa, tetapi juga menjadi ruang pengembangan kapasitas kepala sekolah dan tenaga pendidik.
Sekitar 500 tenaga pendidik ditargetkan memperoleh pengembangan kapasitas dalam bidang manajemen sekolah dan kurikulum internasional. Wakapolri juga meminta para taruna Akpol diberi kesempatan mengunjungi SMA KTB untuk melihat langsung pengelolaan fasilitas, lingkungan pendidikan, dan sistem pembelajaran.
Konsep tersebut diharapkan menciptakan pertukaran pengalaman dan praktik pendidikan di lembaga pendidikan Polri.
Pendaftar SMA KTB Ditargetkan Lebih dari 17.000
Antusiasme masyarakat terhadap SMA KTB meningkat dalam dua penerimaan sebelumnya. Angkatan Pertama mencatat 11.765 pendaftar, sedangkan Angkatan Kedua mencapai 17.291 pendaftar.
Sekretaris Eksekutif LPKTB Dirgayuza Setiawan mengatakan, pihaknya menargetkan lebih dari 17.000 pendaftar dari seluruh Indonesia pada penerimaan tahun ini.
“Target kami tahun ini lebih dari 17 ribu pendaftar. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan putra-putri yang memang terbaik di seluruh Indonesia untuk mengikuti pendidikan selama tiga tahun di SMA KTB,” ujar Dirgayuza.
Menurut Dirgayuza, jajaran SMA KTB bersama Polri di daerah telah melakukan sosialisasi ke lebih dari 3.000 SMP di seluruh Indonesia. Tahun ini, fasilitas tryout dan persiapan seleksi juga disiapkan, terutama di wilayah yang pada penerimaan sebelumnya memiliki jumlah pendaftar relatif rendah.
“Ini bukan kuota berdasarkan wilayah. Prinsipnya tetap seleksi berdasarkan kemampuan. Tetapi kami ingin memastikan informasi dan kesempatan mengikuti seleksi bisa menjangkau lebih banyak anak Indonesia,” kata Dirgayuza.
Melalui pembenahan tersebut, SMA KTB diarahkan menjadi ekosistem pendidikan yang mengintegrasikan keunggulan akademik, karakter, kepemimpinan, literasi, teknologi, dan wawasan global.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















