Headline.co.id, Lombok Tengah ~ Pertumbuhan penduduk yang pesat di suatu wilayah sering kali diikuti oleh peningkatan pembangunan. Namun, tanpa perencanaan tata ruang dan pengelolaan lingkungan yang tepat, hal ini dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Menyadari pentingnya kajian wilayah, tim mahasiswa dari Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh (KPJ) Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan penelitian geospasial di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini berlangsung selama lima hari, dari 1 hingga 6 Juli, dalam rangka program Kuliah Kerja Lapangan (KKL).
Dengan mengusung tema “Analisis Data Lapangan untuk Pemodelan Geospasial dan Geovisualisasi di Kabupaten Lombok Tengah”, para mahasiswa menerapkan berbagai metode kartografi, sistem informasi geografis (SIG), dan penginderaan jauh. Ketua Tim Mahasiswa KKL, Adam Amirul Akbari, menjelaskan bahwa penelitian ini mencakup berbagai aspek, seperti kualitas lingkungan permukiman, kenyamanan termal kawasan perkotaan, estimasi stok karbon mangrove dan vegetasi, serta pemetaan biodiversitas lamun dan burung gosong. Selain itu, tim juga memetakan kesesuaian lahan pertanian, kekeringan, longsor, dan melakukan analisis sedimentasi Waduk Batujai.
Adam berharap data dan informasi yang dikumpulkan dapat bermanfaat bagi pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat. “Kuliah Kerja Lapangan adalah wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan bahwa ilmu geospasial memiliki peran penting dalam menjawab tantangan pembangunan,” ujar Adam. Ia menambahkan bahwa setiap anggota kelompok KKL mengangkat isu penelitian yang berbeda untuk menghasilkan informasi berbasis data yang dapat membantu memahami kondisi wilayah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Koordinator Hubungan Masyarakat KKL, Farah Setyani Daniyal, menyatakan bahwa penelitian telah mencapai tahap akhir pengelolaan data dan penyusunan laporan ilmiah. Farah menekankan pentingnya hasil penelitian ini agar tidak hanya menjadi laporan akademik, tetapi juga dapat diakses oleh masyarakat luas melalui media yang mudah dipahami. “Kami ingin agar hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat lebih luas,” harap Farah. Selain sebagai bagian dari proses pembelajaran, KKL ini juga menunjukkan bagaimana teknologi geospasial dapat mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik.




















