Highlight Berita 86 Mahasiswa KKNT Universitas Alma Ata Diterjunkan di Kota Tegal, Fokus Kembangkan Potensi Lokal dan Kesehatan Masyarakat:
Headline.co.id, Tegal ~ Sebanyak 86 mahasiswa Universitas Alma Ata Yogyakarta diterjunkan ke delapan kelurahan di Kota Tegal untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Periode II Tahun 2026 mulai 7 Agustus hingga 2 Oktober 2026. Para mahasiswa akan menjalankan berbagai program pemberdayaan yang berfokus pada kesehatan masyarakat, inovasi pendidikan, kemandirian ekonomi, dan pengembangan bisnis kreatif berbasis potensi daerah.
Penyerahan mahasiswa kepada Pemerintah Kota Tegal berlangsung di Ruang Adipura, Kota Tegal, Jumat (7/8/2026), dan dihadiri jajaran pemerintah daerah, pimpinan Universitas Alma Ata, dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa peserta KKNT. Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi kebutuhan masyarakat sekaligus membantu mengoptimalkan berbagai potensi lokal yang terdapat di Kecamatan Tegal Barat dan Margadana.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Rektor Universitas Alma Ata Prof. Dr. H. Hamam Hadi, M.S., Sc.D., Sp.GK., mengatakan KKNT menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Ia menekankan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut menjalankan program kerja, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat di lokasi penugasan.
“Mahasiswa harus mampu memberikan dampak positif dan manfaat bagi masyarakat melalui program-program yang inovatif, aplikatif, dan sesuai kebutuhan wilayah. Selain itu, seluruh mahasiswa diharapkan senantiasa menjunjung tinggi etika, menghormati adat istiadat, serta mematuhi seluruh norma, aturan, dan nilai-nilai yang berlaku di tengah masyarakat selama melaksanakan KKNT,” ujar Prof. Hamam.
Tema KKNT Universitas Alma Ata tahun ini adalah “Membangun Generasi Muda Bebas Penyakit Tidak Menular (PTM) melalui Integrasi Edukasi Kesehatan, Inovasi Pendidikan, serta Kemandirian Ekonomi dan Bisnis Kreatif Berbasis Potensi Daerah.”
Tema tersebut menjadi dasar bagi mahasiswa dalam menyusun dan melaksanakan program pemberdayaan masyarakat selama hampir dua bulan berada di Kota Tegal.
Baca juga: Universitas Alma Ata Perkuat Kualitas Jurnal lewat Pendampingan Submit DOAJ
Potensi Ekonomi Lokal Jadi Ruang Pengembangan Program KKNT
Wali Kota Tegal Dedi Yon Supriyono, S.E., M.M., menyambut positif keterlibatan mahasiswa Universitas Alma Ata dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat di wilayahnya.
Menurutnya, mahasiswa akan ditempatkan di Kecamatan Tegal Barat dan Kecamatan Margadana yang memiliki beragam potensi unggulan untuk dikembangkan bersama masyarakat.
Potensi tersebut tersebar pada sejumlah sektor ekonomi lokal, mulai dari sandang, makanan olahan, kerajinan, pariwisata, logam hingga peternakan.
Baca juga: Soroti Meningkatnya Praktik LGBT, Universitas Alma Ata Sampaikan Tujuh Poin Pernyataan Sikap
Di sektor sandang, misalnya, terdapat potensi pengembangan batik dan ecoprint di Kelurahan Kalinyamat Kulon. Sementara pada sektor olahan makanan terdapat sentra olahan ikan di Kraton, latopia di Kemandungan dan Margadana, serta berbagai produk olahan tempe.
Sektor kerajinan juga menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan mahasiswa. Beberapa di antaranya adalah kerajinan kerang di Muarareja, pengolahan dan daur ulang sampah di Kraton serta Kalinyamat Kulon, hingga pembuatan shuttlecock di Margadana.
Pada sektor pariwisata, mahasiswa dapat bersentuhan langsung dengan pengembangan kawasan Pantai Muarareja Indah serta Desa Wisata Kajongan di Kelurahan Muarareja.
Kota Tegal juga mempunyai potensi pada sektor logam, peternakan itik, serta produk telur asin yang selama ini menjadi salah satu ciri khas daerah.
Baca juga: Alma Ata dan Kampus Kazakhstan Bangun Golden Bridge untuk Pendidikan, Riset dan Budaya
Dedi Yon berharap keberadaan mahasiswa dapat membantu masyarakat mengoptimalkan berbagai potensi tersebut dengan pendekatan yang relevan dengan kebutuhan saat ini.
Program yang dapat dilakukan antara lain melalui inovasi produk, pemberdayaan masyarakat, promosi digital, edukasi kesehatan maupun pengembangan usaha berbasis potensi lokal sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Mahasiswa Disebar di Delapan Kelurahan
Sebanyak 86 mahasiswa KKNT Universitas Alma Ata ditempatkan di delapan kelurahan yang berada di dua kecamatan.
Di Kecamatan Tegal Barat, mahasiswa ditempatkan di Kelurahan Muarareja, Kraton, Pesurungan Kidul, dan Kemandungan.
Sementara di Kecamatan Margadana, mahasiswa ditempatkan di Kelurahan Margadana, Kalinyamat Kulon, Kaligangsa, serta Krandon.
Penempatan tersebut mengacu pada surat penetapan lokasi KKNT Universitas Alma Ata Periode II Tahun 2026 yang diterbitkan Pemerintah Kota Tegal.
Prosesi penerimaan mahasiswa turut dihadiri Wali Kota Tegal Dedi Yon Supriyono, Wakil Wali Kota Tegal Hj. Tazkiyyatul Muthmainnah, S.KM., M.Kes., Sekretaris Daerah Kota Tegal drg. Agus Dwi Sulistyantono, M.M., Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Hartoto, S.IPem., M.Si., serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Daerah Drs. Joko Sukur Baharudin.
Dari Universitas Alma Ata hadir Rektor Prof. Dr. H. Hamam Hadi, M.S., Sc.D., Sp.GK. dan Deputi Pengabdian Masyarakat dan KKN M. Najib Mubarrok, M.Sc.
Kegiatan juga dihadiri Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Tegal M. Ismail Fahmi, S.IP., M.Si., Camat Tegal Barat, Camat Margadana, serta para lurah dari delapan wilayah yang menjadi lokasi pelaksanaan KKNT.
Kolaborasi Kampus dan Pemerintah Daerah
Pelaksanaan KKNT menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengembangkan program yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar langsung di tengah masyarakat, tetapi juga diarahkan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dalam bentuk program pemberdayaan yang dapat digunakan masyarakat.
Melalui tema penguatan kesehatan, pendidikan, kemandirian ekonomi dan bisnis kreatif, program KKNT Universitas Alma Ata di Kota Tegal diharapkan dapat mendorong lahirnya gagasan serta solusi yang relevan dengan karakter dan potensi setiap kelurahan.
Kolaborasi Universitas Alma Ata dan Pemerintah Kota Tegal tersebut juga diharapkan mampu memperkuat edukasi terkait pencegahan penyakit tidak menular, mendukung inovasi pendidikan, serta membantu pengembangan ekonomi kreatif berbasis sumber daya dan potensi lokal secara berkelanjutan.
Dengan pelaksanaan KKNT hingga 2 Oktober 2026, para mahasiswa diharapkan mampu membangun komunikasi dan kerja sama bersama pemerintah kelurahan serta masyarakat sehingga program yang dilaksanakan tidak berhenti pada kegiatan akademik, tetapi memberikan manfaat nyata bagi wilayah tempat mereka menjalankan pengabdian.



















