Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Keuangan dan Kepala Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) menekankan pentingnya percepatan transformasi BUMN serta penyelesaian isu-isu strategis yang dihadapi. Langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing BUMN di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. Pertemuan yang diadakan pada Selasa, 4 Agustus 2026, ini bertujuan untuk merumuskan strategi yang lebih efektif dalam mengelola BUMN agar dapat berkontribusi lebih optimal terhadap perekonomian nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Keuangan menyoroti perlunya reformasi struktural di tubuh BUMN. Reformasi ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, sehingga BUMN dapat beroperasi dengan lebih efisien dan profesional. “Kita harus memastikan bahwa BUMN dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan lingkungan bisnis dan teknologi,” ujar Menteri Keuangan.
Sementara itu, Kepala BP BUMN menambahkan bahwa pihaknya akan fokus pada penyelesaian isu-isu strategis yang selama ini menjadi penghambat kinerja BUMN. Beberapa isu yang menjadi perhatian utama lain adalah restrukturisasi utang, peningkatan kualitas manajemen, dan pengembangan sumber daya manusia. “Kami berkomitmen untuk menyelesaikan isu-isu ini dalam waktu yang lebih singkat agar BUMN dapat berfungsi sebagai motor penggerak ekonomi nasional,” jelas Kepala BP BUMN.
Sebagai langkah tindak lanjut, kedua pihak sepakat untuk membentuk tim kerja khusus yang akan memantau dan mengevaluasi pelaksanaan transformasi BUMN secara berkala. Tim ini juga akan bertugas untuk memberikan rekomendasi kebijakan yang diperlukan guna mempercepat proses transformasi dan penyelesaian isu strategis. Dengan demikian, diharapkan BUMN dapat lebih berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.




















