Headline.co.id, Bantul ~ Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Pusat Kedokteran Herbal mendukung dua usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaannya, Kafe Lokanusa dan Jamu Jogorogo, untuk menembus pasar ekspor ke Malaysia. Kedua UMKM yang berlokasi di Kalurahan Singosaren, Bantul, Yogyakarta ini telah memiliki sertifikat halal dan izin edar PIRT, serta beberapa produk mereka telah diuji higienitasnya. Produk unggulan seperti Jamu Jogorogo dan aneka olahan herbal lainnya kini sedang dijajaki untuk diekspor ke Malaysia.
Dr. Arko Jatmiko Wicaksono, peneliti dari Pusat Kedokteran Herbal UGM, menyatakan bahwa sejak April lalu, pihaknya telah memulai kolaborasi internasional untuk mempersiapkan pendaftaran izin edar produk UMKM tersebut. Pada kunjungan strategis ke Kuala Lumpur yang berlangsung dari 18 hingga 21 Juni, tim UGM menjalin kerja sama dengan mitra lokal. Arko mengungkapkan bahwa produk berbasis rempah dan teh dari UMKM binaan memiliki potensi pasar yang besar di Malaysia. Hal ini didorong oleh kedekatan budaya masyarakat Malaysia dengan produk herbal dan rempah, serta populasi komunitas Indonesia yang besar di Kuala Lumpur.
Selain membuka peluang ekspor, UGM juga menjalin kerja sama dengan International Medical University (IMU) di Malaysia. IMU, yang memiliki laboratorium terakreditasi nasional, akan menjadi tempat pengujian produk herbal binaan UGM sebelum dipasarkan di Malaysia. Pengujian ini mencakup parameter kritis yang dipersyaratkan oleh National Pharmaceutical Regulatory Agency (NPRA), lembaga yang setara dengan BPOM di Indonesia. “Kami sepakat untuk menguji stabilitas bahan baku, cemaran mikroba, dan logam berat, serta uji-uji lain yang menjadi syarat utama kelulusan produk di NPRA,” jelas Arko.
Kerja sama ini diharapkan mempercepat proses perizinan produk di Malaysia. Selain itu, kunjungan tim UGM ke Malaysia juga berhasil membuka jalur distribusi dengan calon distributor lokal yang siap mendistribusikan produk setelah izin edar dari NPRA resmi terbit. “Kami sudah menjalin komunikasi dengan calon distributor. Setelah izin edar keluar, produk akan segera didistribusikan,” tambah Arko. Dengan dukungan riset dan jejaring global, UGM optimis produk UMKM binaannya dapat diterima di pasar internasional.














