Headline.co.id, Francisca Rani Indira ~ seorang remaja berusia 18 tahun dari Dusun Suren Wetan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, berhasil mewujudkan mimpinya untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM) meskipun harus menghadapi berbagai tantangan. Kehilangan ayahnya menjelang Ujian Masuk UGM dan keterbatasan ekonomi tidak menyurutkan semangatnya. Rani harus belajar di rumah sakit sambil menemani ayahnya yang sakit, dan meskipun gagal dalam Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), ia tidak menyerah dan terus mempersiapkan diri untuk Ujian Mandiri UGM (UM UGM CBT).
Setelah ayahnya meninggal dunia, Rani hanya memiliki waktu 11 hari untuk mempersiapkan diri menghadapi UM UGM CBT. Dalam suasana duka, ia tetap bersemangat dan memilih belajar di perpustakaan daerah hingga malam hari. “Aku seringnya belajar di Perpusda. Selama sekitar 11 hari aku mengerjakan 100 sampai 200 soal setiap hari,” kenangnya. Usaha keras dan ketekunannya membuahkan hasil, Rani diterima di Program Studi Manajemen dan Kebijakan Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM.
Rani kini tinggal bersama ibunya, Yuani, yang menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai buruh di rumah produksi keripik tempe. Motivasi Rani untuk melanjutkan pendidikan adalah membahagiakan ibunya dan mewujudkan harapan mendiang ayahnya. “Aku pengen banget ngebahagiain ibu karena sekarang tinggal punya ibu. Terus bapak juga dulu pengen banget anaknya bisa masuk UGM,” ungkap Rani.
Keberhasilan Rani diterima di UGM juga didukung oleh subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga 100%, yang membuatnya dapat kuliah gratis. Bagi Yuani, ini adalah awal dari perjalanan baru bagi putrinya. Ia berharap Rani dapat menjalani perkuliahan dengan lancar dan tetap tekun belajar. “Senang sekali. Dari kemarin bapaknya juga ingin anaknya bisa masuk UGM. Enggak tahu nanti biayanya bagaimana, diurus nanti sambil jalan,” ujar Yuani mengenang cita-cita suaminya. Keberhasilan ini menjadi persembahan Rani untuk kedua orang tuanya, terutama ayahnya yang selalu mendukung setiap langkahnya.





















