Headline.co.id, Bantul ~ Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Nanyang Technological University (NTU) dari Singapura telah memasang lima unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Dusun Soropadan, Kalurahan Tirtomulyo, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul pada Rabu (15/7). Pemasangan ini bertujuan untuk mendukung penerangan dan operasional pompa air di masyarakat setempat. Sistem ini menggunakan panel surya tipe monocrystalline dengan konfigurasi rangkaian seri dan paralel untuk menghasilkan pasokan energi listrik yang optimal.
Program pemasangan panel surya ini merupakan bagian dari kegiatan ASEAN-NTU-UGM Summer School 2026 yang bertema “Advancing Sustainable City Through Community Empowerment and Appropriate Technology in Yogyakarta, Indonesia”. Dalam program ini, mahasiswa dari sembilan negara ASEAN berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat dengan memasang lima unit PLTS.
Peserta Summer School berasal dari sembilan negara ASEAN, yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Brunei Darussalam, dan Laos. Mereka didampingi oleh dosen dari UGM, NTU Singapura, serta perwakilan perguruan tinggi mitra di kawasan ASEAN.
Dr. Ir. Akmal Irfan Majid, S.T., M.Eng., dari Departemen Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik UGM, yang bertanggung jawab atas kegiatan ini, menyatakan bahwa para peserta bersama masyarakat melakukan perakitan dan pemasangan sistem PLTS. “Para peserta juga berdiskusi dengan warga mengenai potensi pemanfaatan energi terbarukan sebagai solusi penyediaan energi yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ujar Akmal dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan pada Rabu (29/7).
Akmal menambahkan bahwa teknologi ini diharapkan dapat memberikan sumber energi mandiri yang lebih hemat biaya bagi masyarakat, serta mendukung operasional sarana air bersih. “Keberadaan instalasi PLTS juga menjadi media edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan energi baru terbarukan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan,” tambahnya.
Selain manfaat teknis, program ini juga menjadi sarana mempererat hubungan akademik dan diplomasi budaya di mahasiswa ASEAN. Interaksi selama kegiatan memungkinkan terjadinya pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan perspektif mengenai pembangunan berkelanjutan yang dapat diterapkan di berbagai negara.
Akmal menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus berkontribusi melalui penerapan teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ke depan, tim UGM bersama pengurus setempat akan melakukan pendampingan dan pemantauan berkala terhadap performa sistem PLTS guna memastikan instalasi dapat beroperasi secara optimal. Lokasi kegiatan di Kretek juga direncanakan menjadi kawasan percontohan pengabdian masyarakat berbasis energi bersih yang dapat dimanfaatkan dalam penyelenggaraan program Summer School maupun Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM pada tahun-tahun mendatang.
Kolaborasi internasional UGM dan NTU Singapura ini menunjukkan bahwa sinergi perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi teknologi yang tidak hanya mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat serta pembangunan yang berkelanjutan.




















