Headline.co.id, Pemerintah Kabupaten Lumajang ~ Jawa Timur, berupaya meningkatkan kemampuan aparatur dalam mendeteksi ancaman siber sejak dini. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan layanan pemerintahan berbasis digital tetap terjaga, cepat, dan andal. Kegiatan bertajuk Peningkatan Kapasitas Keamanan Informasi dengan tema Deteksi Dini Serangan dan Tanggap Insiden Siber (SIGAP SIBER) dilaksanakan di Ruang Nararya Kirana, Kantor Bupati Lumajang, pada Selasa (28/7/2026).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang, Mustaqim, menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman siber yang terus berkembang seiring dengan transformasi digital. “Keamanan sistem pemerintahan digital menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya. Mustaqim menambahkan bahwa penguatan kapasitas aparatur adalah langkah strategis agar setiap perangkat daerah mampu mengenali potensi ancaman sejak awal dan bertindak sesuai prosedur yang berlaku.
Kepala Bidang Infrastruktur TIK dan Persandian Diskominfo Kabupaten Lumajang, Ricko Dharma Putra, menjelaskan bahwa ancaman siber saat ini semakin beragam, termasuk web defacement, phishing, malware, ransomware, dan data breach. Jika tidak diantisipasi dengan baik, serangan tersebut dapat mengganggu sistem pemerintahan dan berdampak pada pelayanan publik. Ricko menyebutkan bahwa Pemkab Lumajang mengelola 388 subdomain di bawah domain utama lumajangkab.go.id, sehingga kemampuan mendeteksi aktivitas yang tidak wajar menjadi semakin penting.
Melalui program SIGAP SIBER, peserta dibekali kemampuan mengenali karakteristik ancaman siber, melakukan deteksi dini, menyusun pelaporan insiden, melaksanakan isolasi sistem yang terdampak, hingga mendukung proses pemulihan layanan. Pendekatan ini diharapkan dapat membentuk respons yang lebih cepat dan terkoordinasi ketika terjadi gangguan keamanan informasi.
Diskominfo Kabupaten Lumajang juga memperkuat peran LUMAJANGKAB-CSIRT (Computer Security Incident Response Team) sebagai pusat koordinasi penanganan insiden siber. Tim ini memberikan pendampingan teknis, pemantauan lalu lintas jaringan, serta layanan penetration testing untuk membantu perangkat daerah mengidentifikasi kerentanan sistem sebelum dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Ricko menekankan pentingnya langkah-langkah preventif seperti memperbarui sistem secara berkala, menggunakan kata sandi yang kuat, mengaktifkan autentikasi berlapis, melakukan pencadangan data secara rutin, serta segera melaporkan setiap indikasi serangan kepada Tim CSIRT.
Kegiatan ini diikuti oleh 69 perwakilan perangkat daerah dan menghadirkan narasumber dari Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur serta PT Telkom Indonesia. Dengan penguatan kemampuan deteksi dini ini, Pemkab Lumajang berharap risiko gangguan terhadap layanan pemerintahan berbasis digital dapat diminimalkan, sehingga masyarakat tetap memperoleh pelayanan yang aman, cepat, dan terpercaya.













