Headline.co.id, Banjarmasin ~ Pemerintah Kota Banjarbaru mengambil langkah tegas dalam menghadapi krisis listrik yang melanda Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Sejak Kamis (23/7/2026), banyak keluhan dari masyarakat dan pelaku usaha terkait pemadaman bergilir. Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, mendesak PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banjarmasin untuk memberikan kepastian jadwal pemadaman dan mempercepat pemulihan.
Dalam pertemuan dengan Manager PLN UP3 Banjarmasin, Yanuar, pada Minggu (26/7/2026), Wali Kota menegaskan pentingnya transparansi informasi kepada masyarakat. “Yang paling esensial saat ini adalah kepastian informasi. Jika memang pemadaman bergilir tidak terhindarkan, kami minta durasinya ditekan seminimal mungkin. Masyarakat butuh jadwal yang jelas agar bisa mengantisipasi dan mempersiapkan aktivitas harian mereka dengan baik,” ujar Lisa.
Pemadaman yang berlangsung lima hingga enam jam per hari, dari pukul 07.00 hingga 23.00 Wita, sangat mengganggu berbagai sektor. Tidak hanya kenyamanan rumah tangga, sektor pendidikan, pelayanan publik, dan operasional Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga terdampak akibat ketidakpastian suplai listrik.
Menanggapi hal ini, Manager PLN UP3 Banjarmasin, Yanuar, menyatakan apresiasi atas perhatian dari Pemerintah Kota Banjarbaru. Ia berjanji akan menjadikan masukan ini sebagai prioritas dalam evaluasi penanganan krisis di lapangan. “Kami berterima kasih atas masukan dari wali kota. Aspirasi ini segera kami teruskan ke jajaran terkait guna mempercepat penanganan dan mengoptimalkan sistem kelistrikan yang tengah terganggu,” kata Yanuar.
Pemadaman bergilir ini disebabkan oleh gangguan pada sistem interkoneksi kelistrikan Kalsel dan Kalteng. Ini merupakan krisis kedua dalam waktu kurang dari sebulan, setelah sebelumnya suplai listrik terganggu akibat kerusakan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Bangkanai di Kabupaten Barito Utara pada awal Juli 2026. Hingga berita ini ditulis, PLN belum memberikan penjelasan rinci mengenai penyebab teknis gangguan tersebut.
Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi ini dan mendesak percepatan normalisasi pasokan listrik demi kenyamanan dan kelancaran perekonomian warga Banjarbaru.













