Headline.co.id, Jakarta ~ PT PLN (Persero) mengambil langkah signifikan dalam mempercepat transisi energi di Indonesia dengan memulai proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Gilimanuk, Bali. Proyek ini merupakan bagian dari upaya PLN untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Proyek PLTS Gilimanuk diharapkan dapat memberikan kontribusi besar terhadap target pemerintah dalam mencapai bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025.
Proyek ini direncanakan memiliki kapasitas sebesar 50 megawatt (MW) dan akan menjadi salah satu PLTS terbesar di Indonesia. Pembangunan PLTS Gilimanuk ini diperkirakan akan selesai dalam waktu dua tahun dan mulai beroperasi pada tahun 2028. PLN menargetkan bahwa proyek ini tidak hanya akan menyediakan energi bersih bagi masyarakat Bali, tetapi juga akan menjadi model pengembangan energi terbarukan di wilayah lain di Indonesia.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa proyek ini adalah langkah penting dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk mengurangi emisi karbon. “Kami berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam transisi energi bersih. PLTS Gilimanuk adalah salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut,” ujar Darmawan. Ia juga menambahkan bahwa proyek ini akan melibatkan teknologi terbaru dalam pengembangan energi surya untuk memastikan efisiensi dan keberlanjutan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain itu, PLN juga berencana untuk melibatkan masyarakat lokal dalam proyek ini, baik dalam tahap konstruksi maupun operasional. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan energi terbarukan. Dengan adanya PLTS Gilimanuk, PLN berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya global untuk mengatasi perubahan iklim dan menjaga kelestarian lingkungan.



















