Headline.co.id, Padang ~ Pemerintah Kota Padang Panjang mendorong generasi muda untuk membangun budaya antikorupsi sejak dini. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menciptakan generasi yang berintegritas dan berkomitmen terhadap nilai-nilai kejujuran. Kegiatan sosialisasi ini berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026, dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa.
Wali Kota Padang Panjang, Fadly Amran, menekankan pentingnya peran pemuda dalam memerangi korupsi. “Pemuda adalah agen perubahan. Mereka harus dibekali dengan nilai-nilai antikorupsi agar dapat menjadi pemimpin yang bersih di masa depan,” ujar Fadly. Ia juga menambahkan bahwa pendidikan antikorupsi harus dimulai sejak dini agar tertanam kuat dalam diri generasi muda.
Kegiatan ini juga melibatkan berbagai instansi pendidikan di Padang Panjang. Kepala Dinas Pendidikan setempat, Dr. Rahmat Hidayat, menyatakan bahwa pihaknya akan memasukkan materi antikorupsi dalam kurikulum sekolah. “Kami berkomitmen untuk mendidik siswa agar memahami bahaya korupsi dan pentingnya integritas,” kata Rahmat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah kota berencana mengadakan workshop dan seminar rutin tentang antikorupsi. Program ini diharapkan dapat membentuk karakter generasi muda yang lebih baik dan menjauhkan mereka dari praktik-praktik korupsi. Dengan langkah ini, Padang Panjang berharap dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya pemberantasan korupsi melalui pendidikan.
















