Headline.co.id, Jakarta ~ Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) bersama seluruh operator telekomunikasi anggotanya menegaskan komitmen mereka untuk mendukung implementasi penuh registrasi pelanggan berbasis data biometrik. Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat keamanan dan kepercayaan dalam ekosistem digital nasional. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Umum ATSI, Dian Siswarini, dalam acara Komitmen Bersama Implementasi Penuh Registrasi Pelanggan Berbasis Biometrik di Jakarta, Kamis (22/7/2026).
Dian Siswarini menjelaskan bahwa registrasi pelanggan berbasis biometrik merupakan langkah strategis untuk membangun fondasi ekosistem digital Indonesia yang aman, terpercaya, dan bertanggung jawab. Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang bagi industri telekomunikasi. “Bagi industri telekomunikasi, registrasi berbasis biometrik bukan sekadar perubahan proses atau kepatuhan terhadap regulasi, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun kepercayaan terhadap operator telekomunikasi,” ujar Dian.
Ia menambahkan bahwa identitas pelanggan yang tervalidasi akan meningkatkan kenyamanan pengguna layanan, mengurangi penyalahgunaan nomor seluler, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem digital nasional. ATSI juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Dalam Negeri, serta berbagai instansi pemerintah yang telah mendukung persiapan implementasi kebijakan tersebut.
Menurut Dian, sinergi pemerintah dan industri menjadi fondasi utama untuk memastikan registrasi biometrik dapat berjalan secara aman, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Keberhasilan implementasi tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi. Diperlukan regulasi yang jelas, komitmen bersama, kolaborasi yang erat antar pemangku kepentingan, serta edukasi yang berkelanjutan kepada masyarakat,” katanya.
Dian mengungkapkan bahwa seluruh operator seluler anggota ATSI telah melakukan berbagai persiapan, baik dari sisi teknis, operasional, maupun sosialisasi, guna memastikan implementasi registrasi biometrik berjalan efektif dan bertahap dengan tetap mengedepankan prinsip inklusivitas. Hingga 21 Juli 2026, registrasi pelanggan berbasis biometrik telah digunakan oleh lebih dari 10 juta pelanggan. Capaian ini menjadi modal penting untuk memperluas implementasi layanan ke depan.
Meski demikian, ATSI menilai masih diperlukan berbagai langkah antisipatif untuk menjangkau kelompok rentan, termasuk anak di bawah usia 17 tahun, lanjut usia, penyandang disabilitas, serta masyarakat yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Selain itu, edukasi publik dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan implementasi registrasi biometrik. Menurut Dian, masyarakat perlu memahami bahwa registrasi biometrik bertujuan meningkatkan keamanan dan kenyamanan layanan sekaligus memastikan perlindungan data pribadi sesuai ketentuan yang berlaku. “Registrasi biometrik bukan untuk menyulitkan proses registrasi, tetapi memberikan banyak manfaat dan perlindungan bagi pelanggan,” ujarnya.
Bertepatan dengan momentum Hari Anak Nasional yang diperingati pada 23 Juli 2026, Dian juga menekankan pentingnya menghadirkan ruang digital yang aman bagi generasi muda. Ia menilai implementasi registrasi pelanggan berbasis biometrik, yang didukung regulasi pemerintah termasuk Peraturan Pemerintah No 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) dan kebijakan Komdigi, dapat menjadi salah satu instrumen untuk mewujudkan ruang digital yang lebih sehat dan terlindungi bagi anak-anak Indonesia.
Dian menegaskan bahwa deklarasi komitmen yang dilakukan pemerintah dan industri telekomunikasi bukan merupakan akhir dari proses transformasi digital, melainkan awal dari kolaborasi yang lebih erat untuk memperkuat keamanan digital nasional. “Ketika visi yang sama diwujudkan melalui aksi bersama, kita tidak hanya memperkuat keamanan digital, tetapi juga mewariskan ekosistem digital yang lebih aman, terpercaya, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” katanya.














