Headline.co.id, Surabaya ~ Persebaya Surabaya memulai langkah mereka di Super League 2026/27 dengan hasil imbang 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Pertandingan yang berlangsung di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Lampung, pada Sabtu (5/9) sore WIB, menyisakan satu poin bagi Green Force. Yann Mabella sempat membawa Persebaya unggul lebih dahulu, namun Bhayangkara berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui bahwa pertandingan perdana ini tidak mudah. Ia menyebutkan bahwa cuaca panas dan angin kencang menjadi faktor yang mempengaruhi jalannya pertandingan. “Pertandingan ini sangat menantang, terutama dengan kondisi cuaca yang tidak bersahabat,” ujar Coach Tavares dalam konferensi pers usai pertandingan.
Dalam laga tersebut, Bhayangkara mendominasi penguasaan bola dengan 73 persen, sementara Persebaya hanya 27 persen. Situasi ini membuat Green Force lebih banyak bermain defensif dan mengandalkan serangan balik cepat. Meski demikian, tim asuhan Tavares tetap mampu menciptakan beberapa peluang berbahaya, salah satunya melalui Ramadhan Sananta di 10 menit terakhir pertandingan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Meskipun hasil imbang ini belum memenuhi target kemenangan yang diharapkan, satu poin dari Lampung tetap dianggap sebagai modal berharga. Coach Tavares menegaskan pentingnya fokus pada pemulihan pemain dan persiapan untuk pertandingan berikutnya. “Kami harus segera beralih ke pertandingan selanjutnya dan memastikan tim siap secara fisik dan mental,” tandas pelatih asal Portugal tersebut.
Selanjutnya, Persebaya akan kembali ke Surabaya untuk menghadapi PSIM Yogyakarta di pekan kedua Super League 2026/27. Pertandingan ini akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, di mana dukungan dari Bonek dan Bonita diharapkan dapat memacu semangat tim untuk meraih kemenangan pertama musim ini. Perjalanan masih panjang, dan evaluasi terus dilakukan untuk memperbaiki performa tim.



















