Headline.co.id, Pekanbaru ~ Kontingen Parabadminton dari National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Riau tengah mempersiapkan diri secara intensif untuk berpartisipasi dalam Turnamen Parabadminton Kapolri Cup 2026. Ajang ini menjadi kesempatan bagi para atlet Riau untuk menunjukkan kemampuan mereka dan bersaing di tingkat nasional.
Program latihan para atlet telah memasuki tahap akhir, dengan fokus pada peningkatan teknik, kondisi fisik, kesiapan mental, serta evaluasi permainan. Kejuaraan ini akan berlangsung di GOR Kebun Durian, dan para atlet diharapkan dapat tampil maksimal.
Pelatih Parabadminton NPCI Riau, Yeyen Ariyo Kusuma, menyatakan bahwa semua persiapan keberangkatan telah dilakukan dengan matang. Tim dijadwalkan berangkat pada 27 Juli 2026 dan akan mengikuti pertandingan hingga 1 Agustus 2026. “Kami sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik,” ujar Yeyen di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Selasa (21/7/2026).
Pada turnamen ini, Riau akan diwakili oleh empat atlet yang telah menunjukkan perkembangan positif selama program pembinaan. Mereka adalah Jhon Kenedi di nomor Men’s Singles (MS) SL3, M. Fadlan Pandufinata di nomor Men’s Singles (MS) SL4, serta Laeni Ratri Oktila dan Alfatih Mauli Pratiwi yang akan bertanding di nomor Women’s Singles (WS) SL3, SL4, dan SU5. Yeyen optimistis bahwa keempat atlet ini mampu bersaing dengan para unggulan dari berbagai provinsi. “Target kami bukan hanya berpartisipasi, tetapi juga membawa pulang prestasi sebanyak mungkin,” katanya.
Ketua NPCI Riau, Indra Warman, menilai bahwa Turnamen Parabadminton Kapolri Cup 2026 memiliki arti penting dalam pembinaan olahraga disabilitas di Provinsi Riau. Menurutnya, kejuaraan nasional ini merupakan sarana evaluasi hasil latihan dan memberikan pengalaman bertanding yang sangat dibutuhkan para atlet untuk meningkatkan kualitas permainan mereka. “Kejuaraan ini adalah kesempatan berharga bagi para atlet untuk mengukur kemampuan mereka,” ujar Indra.
Indra menambahkan bahwa pengalaman yang diperoleh dari ajang nasional ini akan menjadi bekal penting bagi para atlet untuk menembus kompetisi yang lebih bergengsi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak terhadap pembinaan olahraga disabilitas di Riau. “Sinergi NPCI, Pemerintah Provinsi Riau, dan para pemangku kepentingan sangat penting dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi,” tuturnya.
Turnamen Parabadminton Kapolri Cup 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga memperkuat komitmen dalam membuka kesempatan yang setara bagi atlet penyandang disabilitas untuk terus berkembang dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.





















