Headline.co.id, Kupang ~ Pemerintah Indonesia berencana memperluas Program Revitalisasi Pendidikan pada tahun 2026 dengan menargetkan hampir 36 ribu satuan pendidikan di seluruh negeri. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat pemerataan kualitas sarana dan prasarana pendidikan serta mendukung transformasi pembelajaran nasional.
Widyaprada Ahli Utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Khamim, menyatakan bahwa perluasan sasaran ini dimungkinkan setelah adanya peningkatan anggaran, yang menyebabkan jumlah sekolah penerima program meningkat signifikan dibandingkan alokasi awal. “Perluasan ini dilakukan setelah adanya penambahan anggaran sehingga jumlah sekolah penerima program meningkat signifikan dibanding alokasi awal,” ujarnya dalam Media Briefing Kunjungan Jurnalistik Revitalisasi Pendidikan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (20/7/2026).
Menurut Khamim, Program Revitalisasi Pendidikan merupakan bagian dari prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Program ini tidak hanya menyasar sekolah yang sudah ada, tetapi juga mencakup pembangunan unit sekolah baru di daerah yang masih membutuhkan tambahan akses pendidikan. Pada tahun 2025, pemerintah berhasil merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan, meningkat dari target awal sebanyak 10.440 sekolah berkat efisiensi pelaksanaan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat. “Program ini tidak hanya menyasar sekolah yang sudah ada, tetapi juga pembangunan unit sekolah baru di daerah yang masih membutuhkan tambahan akses pendidikan,” katanya.
Selain meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan, program ini juga memberikan dampak ekonomi di daerah. Pelaksanaan revitalisasi melibatkan sekitar 242.505 tenaga kerja lokal dan mendorong penggunaan material bangunan dari wilayah setempat, sehingga turut menggerakkan perekonomian masyarakat. Khamim menambahkan, pemerintah juga mempercepat rehabilitasi sekolah yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara dengan dukungan berbagai pihak, termasuk TNI, agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali berlangsung secara normal.
Sementara itu, Ketua Tim Relasi Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Astrid Ramadiah Wijaya, yang membacakan sambutan Direktur Ekosistem Media Farida Dewi Maharani, mengatakan bahwa kunjungan jurnalistik ke sekolah penerima program revitalisasi bertujuan memberikan gambaran langsung mengenai pelaksanaan kebijakan serta manfaatnya bagi peserta didik, guru, dan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap publik memperoleh informasi yang utuh mengenai implementasi Program Revitalisasi Pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.




















