Headline.co.id, Bojonegoro ~ Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus berupaya memperkuat Program GAYATRI (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri) dengan strategi komprehensif untuk melindungi peternak dari tekanan biaya produksi dan memperluas akses pemasaran. Langkah ini diambil untuk memastikan program pemberdayaan masyarakat tidak hanya berhenti pada bantuan awal, tetapi juga menciptakan usaha peternakan yang berkelanjutan.
Melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan), Pemkab Bojonegoro berfokus pada penurunan biaya pakan, yang menjadi tantangan utama bagi peternak. Selain itu, pemerintah berupaya menjaga stabilitas pendapatan peternak di tengah penurunan harga telur. Kepala Bidang Peternakan Disnakkan Bojonegoro, drh. Indra Firmansyah, menyatakan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk memperkuat usaha peternak. “Kami sedang membahas skema pengadaan alat pengolah pakan dan subsidi pakan sesuai kebutuhan mendesak di lapangan,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Selain menekan biaya produksi, Pemkab Bojonegoro juga memperkuat sisi hilir dengan memperluas akses pasar. Disnakkan akan mempertemukan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk membahas mekanisme penyerapan telur dari peternak peserta Program GAYATRI. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan pasar yang lebih pasti bagi peternak dan mendukung pemenuhan kebutuhan pangan bergizi di daerah.
Pendekatan yang dilakukan Pemkab Bojonegoro menunjukkan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya ditentukan oleh bantuan awal, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah membangun ekosistem usaha yang sehat. Dukungan terhadap biaya produksi, kepastian pasar, dan kolaborasi dengan dunia usaha melalui CSR menjadi tiga pilar penting agar peternak mampu bertahan dan berkembang di tengah fluktuasi harga.
Model pendampingan ini dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah lain dalam mengembangkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan mengintegrasikan dukungan produksi dan akses pasar secara bersamaan, pemerintah tidak hanya membantu meningkatkan kesejahteraan peternak, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah melalui usaha peternakan yang berkelanjutan.



















