Headline.co.id, Jakarta ~ Bank Mandiri menyambut baik kebijakan Kementerian Keuangan yang menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di perbankan nasional. Kebijakan ini dinilai memberikan kontribusi positif terhadap penguatan likuiditas industri perbankan dan mendorong fungsi intermediasi yang lebih optimal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyatakan bahwa penempatan dana SAL menunjukkan sinergi yang baik pemerintah dan perbankan dalam memperkuat ketahanan sektor keuangan serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. “Sinergi ini penting untuk memperkuat ketahanan sektor keuangan dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi,” ujar Riduan dalam siaran pers yang diterima pada Minggu (28/6/2026).
Efektivitas Kebijakan Fiskal
Riduan menambahkan bahwa kolaborasi erat dengan pemerintah menjadi fondasi penting dalam memperkuat efektivitas kebijakan fiskal. Hal ini juga mendukung optimalisasi fungsi intermediasi perbankan, termasuk dalam penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor produktif. “Kolaborasi ini mendukung optimalisasi fungsi intermediasi perbankan,” imbuhnya.
Dampak Positif pada Struktur Pendanaan
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menambahkan bahwa kehadiran dana SAL memberikan dampak positif yang terukur pada struktur pendanaan, termasuk efisiensi biaya dana yang secara langsung memperluas ruang penyaluran kredit. Fokus Bank Mandiri ke depan tetap pada pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang solid, didukung oleh penghimpunan dana murah yang berkelanjutan melalui penguatan ekosistem dan akselerasi digital.
Proyeksi Pertumbuhan Kredit
Dari sisi penyaluran kredit, Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan yang sejalan dengan laju industri hingga akhir tahun. Perseroan akan terus mengoptimalkan fungsi intermediasi secara selektif dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang disiplin. “Kami akan terus mengoptimalkan fungsi intermediasi dengan prinsip kehati-hatian,” pungkas Novita.
Kebijakan penempatan dana SAL ini diharapkan dapat terus memberikan dampak positif bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional, seiring dengan upaya pemerintah dan perbankan dalam menjaga ketahanan sektor keuangan.























