Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) ahli di bidang kebandarudaraan sebagai langkah strategis dalam mempercepat transformasi sistem penerbangan nasional. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Ahli Bandar Udara Indonesia (IABI) 2026 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (28/6/2026).
Lukman menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bandara tidak hanya bergantung pada investasi fisik, tetapi juga pada kualitas SDM yang terlibat dalam perancangan, pembangunan, pengawasan, dan pengoperasian fasilitas kebandarudaraan. “Kualitas SDM menjadi kunci dalam menghadirkan sistem kebandarudaraan yang aman, modern, dan berkelanjutan,” ujar Lukman F. Laisa.
Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, memerlukan jaringan bandara yang andal untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempercepat pertumbuhan ekonomi, mendukung sektor pariwisata, dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan transportasi udara. Saat ini, terdapat 257 bandara yang beroperasi di Indonesia, dan pemerintah telah merencanakan pembangunan 39 bandara baru, sehingga total Rencana Induk Bandar Udara Nasional mencakup 296 bandara.
Peningkatan Kompetensi SDM
Lukman menambahkan bahwa keberhasilan transformasi sektor kebandarudaraan sangat bergantung pada kompetensi para ahli di berbagai bidang, mulai dari perencanaan hingga operasional bandara. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas SDM menjadi agenda strategis pemerintah. Ia mendorong IABI untuk terus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan kompetensi, inovasi, kolaborasi, serta sertifikasi profesi yang diakui secara nasional dan internasional.
Tantangan Geografis dan Teknologi
Pembangunan bandara di Indonesia menghadapi tantangan geografis yang beragam, seperti kawasan rawa, tanah gambut, pesisir pantai, pegunungan, hingga pulau-pulau kecil. Tantangan ini dapat diatasi dengan penerapan teknologi rekayasa dan inovasi konstruksi yang terus berkembang. “Teknologi dan inovasi menjadi solusi untuk mengatasi tantangan geografis dalam pembangunan bandara,” kata Dirjen Hubud.
Regenerasi Kepengurusan IABI
Munas IABI 2026 juga menjadi momentum untuk regenerasi kepengurusan organisasi, dengan terpilihnya M. Pramintohadi Soekarno sebagai Ketua Umum IABI periode 2026–2029, menggantikan Moh. Iksan Tatang. Selain itu, forum ini menghadirkan Wakil Menteri Perhubungan periode 2009–2014, Bambang Susantono, yang memaparkan pentingnya transformasi bandara menuju konsep eco airport dan smart airport sebagai bagian dari penguatan daya saing sektor penerbangan Indonesia.
Ketua Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia (APJAPI), Alvin Lie, menilai Munas IABI sebagai forum strategis yang mempertemukan para pakar kebandarudaraan dan penerbangan untuk membahas berbagai tantangan industri. “Forum ini menjadi ajang penting untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam menghadapi tantangan industri penerbangan,” kata Alvin Lie.




















