Headline.co.id, Jakarta ~ PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama Pemerintah Kabupaten Samosir menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan sejumlah Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Senin (22/6/2026) di Jakarta. Kerja sama ini bertujuan untuk mendukung pengembangan pariwisata, pemberdayaan UMKM, dan layanan publik di kawasan Danau Toba, yang telah ditetapkan sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas Indonesia.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menegaskan pentingnya sinergi sektor pariwisata dan UMKM. “Pariwisata memiliki keterkaitan erat dengan UMKM. Sekitar 60 persen produk domestik bruto Indonesia ditopang oleh UMKM, yang juga menyerap 97 persen tenaga kerja,” ujar Nixon. BTN berkomitmen untuk memperluas akses pembiayaan produktif bagi pelaku UMKM melalui skema seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Properti Program (KPP).
Pengembangan Layanan Publik dan Kesehatan
BTN juga akan mendukung pengembangan layanan kesehatan di RSUD Dr. Hadrianus Sinaga melalui berbagai solusi perbankan, termasuk layanan transaksi dan dukungan pembiayaan untuk fasilitas kesehatan. Selain itu, BTN berencana memperkuat kolaborasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Samosir untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan daerah.
Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Sebagai bagian dari upaya pembangunan berkelanjutan, BTN menjajaki kerja sama dengan perguruan tinggi untuk pengelolaan sampah di kawasan wisata dan promosi produk unggulan Samosir seperti kopi dan tenun. “Kami ingin membangun ekosistem yang saling terhubung agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan,” kata Nixon.
Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat pembangunan daerah. “Program subsidi bunga kredit ini merupakan salah satu program prioritas kami. Kami mengapresiasi dukungan BTN dalam menyalurkan pembiayaan tersebut,” ujar Vandiko.
Dengan kolaborasi ini, BTN dan Pemerintah Kabupaten Samosir berharap dapat memperkuat ekosistem pembangunan daerah yang inklusif, meningkatkan daya saing UMKM, dan memperluas akses layanan keuangan di kawasan Danau Toba.























