15 Perawat Dinyatakan Positif Corona, RSUD Depok Ditutup Sementara

  • Whatsapp
15 Perawat Positif Corona. (Foto: Suara.com)
15 Perawat Positif Corona. (Foto: Suara.com)

HeadLine.co.id (Jakarta) – Poliklinik di RSUD Depok ditutup sementara mulai 22 Mei hingga 8 Juni 2020. Hal ini dikarenakan 15 perawat di RSUD tersebut dinyatakan positif virus Corona. Devi Maryori selaku Direktur RSUD Depok membenarkan hal itu.

Baca juga: 31 Ribu Personil PLN Dikerahkan untuk Amankan Sistem Listrik Menjelang Lebaran

Read More

“Karena poliklinik sudah ditutup kami sekarang hanya melayani pasien COVID-19 saja, baik di instalasi gawat darurat (IGD) maupun yang di rawat inap,” ucapnya dalam keterangan tertulis, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (23/5/2020).

Penutupan sementara tersebut merupakan kebijakan yang diambil oleh pihak RSUD untuk keperluan sterilisasi ruangan dan isolasi tenaga kesehatan.

Baca juga: Penerimaan Bea dan Cukai Naik 16,17% di Akhir April 2020

Ruangan yang biasa dipakai untuk poliklinik akan didekontaminasi agar saat dibuka kembali sudah steril. Devi juga menuturkan bahwa 15 tenaga kesehatan yang dinyatakan positif Corona sudah diisolasi dan dirawat di RSUD Depok.

“Kondisinya baik, hanya ada satu orang yang mengalami demam ringan,” ucapnya.

Baca juga: Sah! Kemenag Tetapkan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah Jatuh Pada Hari Minggu

Lebih lanjut Devi menjelaskan, selama menjalani tugas, para tenaga medis di RSUD Depok sudah menjalani protokol sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Begitu juga saat memeriksa pasien. Untuk itu, penyebab 15 tenaga medis kena Corona ini masih dilacak.

“Penyebab terpaparnya perawat kami sedang dalam pelacakan dan penelitian,” katanya.

Baca juga: Imbau Salat Idul Fitri Dirumah Saja, MUI: Menghindarkan Kemudaratan

Ia berpesan kepada masyarakat Depok untuk waspada terhadap penularan COVID-19. Serta menjaga diri dan keluarga sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.

“Saya mohon masyarakat untuk mendukung pemerintah dalam memutus mata rantai penularan COVID-19. Gunakan masker, menjaga jarak, tidak melakukan kumpul-kumpul. Yang utama tetap di rumah saja apabila tidak ada kebutuhan atau keperluan yang mendesak,” kata Devi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *