Headline.co.id, Tambolaka ~ Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Sape telah resmi mengaktifkan kembali jalur penyeberangan laut Waikelo–Sape. Jalur ini menghubungkan Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui Pelabuhan Waikelo di Kecamatan Kota Tambolaka, pada Minggu (24/5/2026).
Pengoperasian kembali jalur ini ditandai dengan pelepasan simbolis penumpang perdana yang menyeberang menggunakan kapal feri dari Pelabuhan Waikelo menuju Pelabuhan Sape. Masyarakat menyambut antusias momen ini karena jalur penyeberangan tersebut telah lama tidak berfungsi.
Peresmian tersebut dihadiri oleh Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla, Wakil Bupati Sumba Barat Daya Dominikus A. R. Kaka, Sekretaris Daerah Sumba Barat Daya Edmundus N. Nau, serta jajaran PT ASDP Indonesia Ferry dan masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Bupati Sumba Barat Daya menegaskan bahwa pembukaan kembali lintasan Waikelo–Sape bukan hanya pengaktifan layanan transportasi laut, tetapi juga langkah strategis untuk memperkuat pembangunan daerah dan konektivitas antarpulau.
Menurut Bupati, kehadiran kembali jalur penyeberangan ini merupakan implementasi nyata dari visi pembangunan Kabupaten Sumba Barat Daya menuju daerah yang berkarakter, sehat, cerdas, berketahanan pangan, dan berbudaya dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. “Lintasan ini menjadi urat nadi logistik yang sangat vital bagi konektivitas NTT dan NTB. Ini membuka akses pasar bagi hasil pertanian, peternakan, dan perikanan masyarakat, sekaligus memperlancar distribusi sarana produksi,” ujarnya.
Selain mendukung sektor ekonomi, operasional lintasan ferry juga penting untuk mempercepat pelayanan publik. Jalur penyeberangan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat, termasuk layanan rujukan kesehatan darurat dan distribusi fasilitas pendidikan ke wilayah kepulauan.
Tidak hanya itu, Pelabuhan Waikelo juga diproyeksikan menjadi pintu gerbang promosi budaya dan pariwisata Sumba Barat Daya yang dikenal memiliki potensi alam dan tradisi budaya yang kuat. Bupati Sumba Barat Daya menginstruksikan seluruh otoritas pelabuhan, instansi vertikal, dan organisasi perangkat daerah terkait agar mengawal operasional pelabuhan secara tertib dan profesional. Ia menekankan pentingnya pelayanan yang bebas dari pungutan liar serta mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.
Masyarakat pun diajak untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan kawasan pelabuhan agar layanan penyeberangan dapat berjalan berkelanjutan. Sementara itu, kepada pihak PT ASDP Indonesia Ferry dan jajaran nakhoda kapal, Bupati menegaskan bahwa keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama, disertai pelayanan yang humanis dan konsisten kepada seluruh penumpang.
Pelepasan penumpang perdana pada hari itu sekaligus menandai dimulainya babak baru konektivitas dan pelayanan transportasi laut bagi masyarakat Sumba Barat Daya dan wilayah sekitarnya.




















