Headline.co.id, Di Pelosok Sumba ~ tepatnya di Desa Tanambana yang terletak di perbatasan Kabupaten Sumba Timur dan Sumba Tengah, seorang polisi dan relawan telah mengubah kehidupan banyak anak melalui pendidikan. Aipda Yanrus Pake dan istrinya, Cristine Sihombing, mendirikan Yayasan Iman Pengharapan dan Kasih untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak setempat. Setiap pagi, pukul 04.30 WITA, Yanrus membangunkan anak-anak di asrama yayasan untuk memulai hari mereka dengan doa dan persiapan sekolah.
Yayasan ini berawal dari kepedulian Cristine yang datang ke Tanambana pada tahun 1999 untuk membantu program penyediaan air bersih. Melihat banyak anak yang kesulitan mengakses pendidikan, ia memutuskan untuk menetap dan mendirikan yayasan. Beberapa tahun kemudian, ia bertemu dengan Yanrus yang sering membantu kegiatan sosial di wilayah tersebut. Mereka menikah dan bersama-sama membangun yayasan yang kini menampung lebih dari 140 anak di asrama dan mendidik lebih dari 300 siswa dari jenjang TK hingga SMP tanpa biaya.
Perjuangan dan Tantangan
Perjuangan pasangan ini tidaklah mudah. Selama bertahun-tahun, yayasan beroperasi tanpa listrik, dan anak-anak belajar dengan penerangan seadanya. Ketika bahan bakar genset habis, kegiatan belajar terpaksa dihentikan lebih awal. Selain itu, banyak anak berasal dari kampung terpencil yang harus berjalan kaki berjam-jam untuk mencapai sekolah. Untuk mengatasi masalah ini, Yanrus dan Cristine membangun asrama agar anak-anak dapat tinggal dan belajar dengan lebih nyaman.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Kehadiran yayasan ini telah membawa perubahan signifikan bagi masyarakat sekitar. Anak-anak yang sebelumnya hampir kehilangan kesempatan belajar kini memiliki masa depan yang lebih cerah. Beberapa di mereka berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi dan kembali ke Tanambana untuk mengajar di sekolah yang pernah membesarkan mereka. “Anak-anak kami bisa sekolah gratis. Ini sesuatu yang luar biasa,” ujar Kornelis P. Retang, tokoh masyarakat setempat.
Selama lebih dari dua dekade, Aipda Yanrus Pake dan Cristine Sihombing telah membuktikan bahwa cinta dan pengabdian dapat mengubah kehidupan banyak orang. Di Tanambana, mereka menunjukkan bahwa cinta sejati adalah tentang memberi kesempatan bagi orang lain untuk bermimpi dan meraih masa depan yang lebih baik.






















