Headline.co.id, Kapanewon Depok ~ Kabupaten Sleman, kembali menyelenggarakan program JEBOL TARGET (Jemput Bola Pemutakhiran Data Kartu Keluarga dan KTP Elektronik) pada Kamis (18/6/2026) di Gedung Sarana dan Prasarana Padukuhan Dero, Kalurahan Condongcatur. Program ini bertujuan untuk mendekatkan layanan administrasi kependudukan kepada masyarakat. Acara tersebut dihadiri oleh Panewu Depok Rakhmat Harinawan, Kepala Jawatan Umum Kapanewon Depok Benyamin Dalung, Kaur Tata Laksana Kalurahan Condongcatur Andree Setiawan, serta Dukuh Dero Ribut Suparman.
Program JEBOL TARGET ini didukung oleh kader JAKADARA (Jaringan Kader Adminduk Depok Agar Tertib dan Tertata) yang aktif membantu proses pendampingan dan verifikasi administrasi masyarakat. Layanan yang diberikan meliputi aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), pengurusan Kartu Keluarga (KK), penerbitan KTP elektronik, dan Kartu Identitas Anak (KIA).
Berdasarkan rekapitulasi, kegiatan ini berhasil melayani 57 aktivasi IKD, 16 pengurusan KK, 17 penerbitan KTP elektronik, dan 2 penerbitan KIA. Tingginya jumlah layanan menunjukkan antusiasme masyarakat untuk memperbarui dokumen kependudukan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya administrasi yang tertib dan akurat.
Panewu Depok, Rakhmat Harinawan, menegaskan bahwa pelayanan jemput bola ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat dengan masyarakat. “Melalui program JEBOL TARGET, kami ingin memastikan setiap warga memperoleh akses pelayanan administrasi kependudukan yang mudah, cepat, dan berkualitas,” ujarnya.
Kepala Jawatan Umum Kapanewon Depok, Benyamin Dalung, mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat, termasuk para kader JAKADARA yang menjadi ujung tombak edukasi administrasi kependudukan di tingkat masyarakat. “Kehadiran kader JAKADARA sangat membantu kelancaran pelayanan di lapangan,” katanya.
Sementara itu, Kaur Tata Laksana Kalurahan Condongcatur, Andree Setiawan, menyampaikan bahwa kolaborasi pemerintah, pemerintah kalurahan, dan kader masyarakat merupakan kunci keberhasilan program jemput bola. “Pelayanan yang hadir langsung di wilayah padukuhan mampu memangkas jarak dan waktu yang harus ditempuh masyarakat,” ungkap Andree.





















