Headline.co.id, Jakarta ~ KMP Putri Yasmin terbakar di perairan Selat Lombok saat melayani rute Padangbai, Bali menuju Lembar, Lombok, Rabu (12/8/2026) pagi. Berdasarkan dokumen pelayaran, kapal tersebut membawa total 131 orang yang terdiri atas 114 penumpang dan 17 awak kapal. Insiden sekitar pukul 04.20 WITA itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia, sedangkan puluhan lainnya berhasil dievakuasi menggunakan sejumlah kapal.
KMP Putri Yasmin terbakar ketika berada dalam pelayaran antara Bali dan Lombok. Setelah menerima informasi kejadian, Vessel Traffic Services (VTS) Benoa dan Stasiun Radio Pantai (SROP) Padangbai langsung memancarkan berita marabahaya atau MAYDAY kepada kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi untuk membantu proses pertolongan.
Penanganan KMP Putri Yasmin terbakar kemudian melibatkan unsur SAR, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, KSOP, serta sejumlah kapal yang melintas di sekitar lokasi. Data sementara dari Posko SAR menunjukkan korban dievakuasi menggunakan beberapa armada menuju Pelabuhan Padangbai maupun Pelabuhan Lembar.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Manifes KMP Putri Yasmin Catat 114 Penumpang dan 17 Awak
Plt Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Padangbai, Heri Wiyanto, menjelaskan jumlah penumpang yang tercatat dalam manifes KMP Putri Yasmin sebanyak 114 orang.
“Untuk penumpang 114. Terdiri dari sopir dan penumpang kendaraan sebanyak 44, penumpang R2 (roda 2) sebanyak 53, penumpang jalan kaki sebanyak 17, itu yang tercantum di manifes,” ujar Heri.
Selain penumpang, berdasarkan surat persetujuan berlayar terdapat 17 awak kapal, termasuk nakhoda. Dengan demikian, total orang yang tercatat berada di kapal berdasarkan dokumen pelayaran mencapai 131 orang.
Angka tersebut menjadi salah satu acuan dalam proses pendataan sekaligus evakuasi setelah kebakaran terjadi.
Satu Orang Meninggal, Korban Lain Dievakuasi
Berdasarkan informasi sementara yang diterima dari Posko SAR, satu orang dinyatakan meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Data evakuasi sementara mencatat KN SAR 220 Mataram menangani 59 orang, termasuk satu warga negara Australia. Sementara itu, Portlink II membawa 35 orang dan bersandar di Pelabuhan Padangbai, sedangkan KAL Lembar menangani 18 orang.
Sebanyak 58 orang juga disebut dievakuasi menggunakan yacht sebelum kemudian ditransfer ke sejumlah unsur pertolongan. Sebanyak 24 orang dipindahkan ke RBB, termasuk satu warga negara Australia, 25 orang ke Polairud, dan sembilan orang ke RIB.
Dalam data lain, terdapat tiga orang yang ditangani menggunakan yacht, dengan dua orang selamat dan satu orang meninggal dunia.
Data tersebut merupakan catatan berdasarkan kapal atau unsur yang terlibat dalam pertolongan. Karena sebagian korban mengalami proses pemindahan antarkapal, angka pada masing-masing unsur tidak dapat langsung dijumlahkan sebagai total korban berbeda.
MAYDAY Dipancarkan Tiga Kali
Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengonfirmasi kebakaran KMP Putri Yasmin dilaporkan sekitar pukul 04.20 WITA.
Plt Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Benoa, I Ketut Aries Nakula Mandiana, mengatakan langkah darurat langsung dilakukan sesaat setelah laporan diterima.
“Sesaat setelah informasi diterima pada pukul 04.20 WITA, VTS Benoa dan SROP Padangbai langsung memancarkan siaran berita marabahaya (broadcast MAYDAY) sebanyak tiga kali kepada kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi untuk memberikan bantuan secepatnya,” ujarnya.
Selain memancarkan MAYDAY, VTS Benoa berkoordinasi dengan VTS Lembar untuk meneruskan informasi darurat. Kantor SAR Denpasar juga dihubungi dan langsung mengerahkan unit RIB Nusa Penida menuju lokasi kejadian.
Sejumlah kapal yang berada di sekitar perairan tersebut kemudian bergerak memberikan bantuan, antara lain Port Link 2 ASDP, KMP Muryati, MT Debby, dan MT Yello Park.
Evakuasi Dilakukan dari Padangbai dan Lembar
Dari wilayah Lembar, KSOP Kelas II Lembar mengaktifkan koordinasi lintas instansi bersama SAR NTB dan unsur maritim lain.
Kepala KSOP Kelas II Lembar, Syamsurizal, mengatakan keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas dalam penanganan keadaan darurat tersebut.
“Kami di KSOP Lembar bersama tim di lapangan, termasuk koordinasi bersama SAR NTB, mengambil langkah tanggap darurat untuk mendukung evakuasi dari sisi wilayah Lembar. Sinergi antar-unsur maritim menjadi prioritas utama agar penanganan berjalan lancar dan selamat,” ujar Syamsurizal.
Menurut dia, kehadiran kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi turut mendukung proses penyelamatan.
“Keterlibatan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi merupakan bagian penting dari respon terhadap keadaan darurat dan mendukung upaya pertolongan yang sedang dilakukan,” katanya.
Sementara itu, Heri mengatakan sebagian penumpang telah dievakuasi menuju Pelabuhan Padangbai menggunakan Portlink. Kapal lain juga membawa korban menuju Pelabuhan Lembar.
“Kapal Portlink ada 33 penumpang yang kita evakuasi ke Pelabuhan Padangbai. Sebaliknya ada beberapa kapal yang mengevakuasi penumpang ke tujuan pelabuhan terdekat yakni Pelabuhan Lembar,” terangnya.
Heri menyebut penumpang yang dievakuasi menggunakan Portlink dalam kondisi sehat, namun pemeriksaan kesehatan tetap dilakukan.
“Penumpang yang di Portlink kita nyatakan dalam keadaan sehat, tapi kami juga berkoordinasi untuk cek kesehatan korban,” ujarnya.
Kapal Disebut Telah Diperiksa Sebelum Berangkat
Selain proses evakuasi, perhatian juga mengarah pada kelayakan KMP Putri Yasmin sebelum meninggalkan pelabuhan.
Heri menyatakan kapal telah melalui pemeriksaan oleh petugas sebelum berlayar.
“Untuk pengecekan kita pastikan setiap kapal berangkat itu tim dari marine inspector sudah mengecek untuk keselamatan kapal dan penumpang juga,” imbuhnya.
Adapun penyebab kebakaran KMP Putri Yasmin belum diketahui berdasarkan informasi yang tersedia. Penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan oleh pihak terkait setelah proses evakuasi penumpang selesai.
VTS Benoa, SROP Padangbai, VTS Lembar, dan KSOP Lembar terus memantau proses penanganan serta komunikasi lalu lintas pelayaran. Posko pelayanan korban juga telah dibuka di Pelabuhan Padangbai dan Pelabuhan Lembar untuk membantu pendataan dan penanganan penumpang serta awak kapal.





















