Headline.co.id, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah ~ Aceh, menargetkan peremajaan atau replanting kebun kopi seluas 10.000 hingga 10.200 hektare pada tahun 2026. Program ini akan membutuhkan sekitar 10,2 juta bibit kopi. Rencana tersebut dibahas dalam rapat Calon Penerima Calon Lokasi (CPCL) yang dipimpin oleh Bupati Tagore Abubakar di Aula Pendopo Bupati Bener Meriah pada Selasa, 19 Mei 2026.
Program ini bertujuan untuk mendukung hilirisasi kopi di Kabupaten Bener Meriah dan memulihkan lahan kopi masyarakat yang terdampak bencana. Kabupaten Bener Meriah telah menerima bantuan bibit kopi untuk lahan seluas 10.200 hektare sesuai dengan petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
Bupati Tagore Abubakar menekankan bahwa kopi merupakan komoditas utama masyarakat di Kabupaten Bener Meriah. Oleh karena itu, pemerintah daerah berupaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani melalui berbagai program pengembangan perkebunan kopi. “Kami berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani kopi di daerah ini,” ujar Tagore.
Program hilirisasi pertanian ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat sektor perkebunan kopi dan menjaga keberlanjutan produksi kopi unggulan daerah. Selain itu, program ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kebun kopi masyarakat yang rusak akibat bencana, sehingga produktivitas petani dapat kembali optimal.
Rapat kesiapan CPCL tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah Riswandika Putra, Plt Asisten Administrasi Umum Setdakab Bener Meriah Mawardi, serta Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bener Meriah Uswatun Hasanah beserta jajaran. Selain itu, sebanyak 101 penyuluh pertanian dan enam penyuluh perikanan turut hadir untuk mendukung pelaksanaan program di lapangan.




















