Headline.co.id, Batam ~ Kedatangan jemaah haji asal Pontianak di Embarkasi Batam disambut dengan suasana penuh haru dan kebahagiaan. Sebanyak 403 jemaah haji tiba di Bandara Hang Nadim, Rabu (17/6/2026), dan disambut langsung oleh Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan. Jemaah yang tergabung dalam Kloter 15 ini tiba di Asrama Haji Batam pada pukul 16.29 WIB. Sebelumnya, pada Selasa (16/6/2026), 132 jemaah lainnya telah disambut oleh Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah.
Dari total 1.509 jemaah haji asal Pontianak, satu orang meninggal di Tanah Suci dan dua lainnya di Batam. Bahasan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga jemaah yang meninggal dunia. “Kami turut berduka cita atas meninggalnya jemaah kita,” ujarnya setelah menyambut kedatangan jemaah. Ia juga bersyukur karena seluruh jemaah yang tiba dalam keadaan sehat dan selamat. “Alhamdulillah, semua jemaah tiba dengan selamat,” tuturnya.
Bahasan berharap agar jemaah yang telah menyelesaikan ibadah haji dapat menjadi haji yang mabrur dan membawa kebaikan bagi keluarga serta lingkungan. Kepulangan jemaah haji asal Pontianak akan berlangsung bertahap hingga Jumat. Setelah tiba di debarkasi, jemaah akan diterbangkan ke Pontianak untuk berkumpul kembali dengan keluarga.
Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, memastikan bahwa proses kedatangan jemaah berjalan lancar berkat dukungan semua pihak terkait. “Proses kedatangan berjalan lancar berkat kerja sama semua pihak,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi petugas yang terlibat dalam pemulangan jemaah, baik dari Pemerintah Kota Pontianak, Pemerintah Provinsi Kalbar, maupun Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. “Terima kasih kepada semua petugas yang telah bekerja keras,” imbuhnya.
H Muhammad Habibi Sarabiti, Ketua Rombongan Kloter BTH 15, mengapresiasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang dinilainya semakin tertata dan nyaman. “Pelayanan sejak keberangkatan hingga kepulangan sangat baik,” ungkapnya. Ia menilai sistem yang diterapkan pemerintah Arab Saudi berhasil memberikan kepastian layanan, sehingga ibadah dapat berlangsung tertib dan nyaman.
Habibi juga memuji petugas kesehatan yang mendampingi Kloter BTH 15. “Para dokter dan petugas kesehatan sangat sigap membantu jemaah,” sebutnya. Meski cuaca ekstrem menjadi tantangan, dengan suhu tinggi di Makkah dan Madinah, jemaah tetap dapat menjalankan ibadah dengan lancar. “Cuaca memang panas, tapi Alhamdulillah semua terkondisikan dengan baik,” tuturnya.
Habibi mengaku mendapatkan pelajaran berharga tentang kepedulian dan semangat saling membantu selama berhaji. “Hidup tidak bisa dijalani sendiri. Ketika kita membantu sesama, pertolongan juga akan datang,” pungkasnya.





















