Headline.co.id, Sleman ~ Dinas Sosial Kabupaten Sleman memberikan pelatihan kepada pengurus Kampung Siaga Bencana (KSB) Sari Migunani di Kalurahan Sumbersari mengenai pentingnya penguatan logistik kebencanaan pada Selasa (28/7). Pelatihan ini menekankan peran lumbung sosial sebagai pusat penyimpanan logistik yang strategis dalam menghadapi bencana.
Ketua Forum KSB Kabupaten Sleman, Eka Yulianto, menjelaskan bahwa KSB adalah wadah formal penanggulangan bencana berbasis masyarakat yang diatur dalam Peraturan Menteri Sosial Nomor 128 Tahun 2011. Pembentukan KSB bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dengan memanfaatkan potensi lingkungan setempat.
Eka menyebutkan tiga syarat utama pembentukan KSB, yaitu wilayah harus memiliki kerawanan bencana, adanya partisipasi aktif masyarakat, serta tersedianya fasilitas pendukung seperti gardu sosial dan lumbung sosial. “Penentuan lokasi lumbung dan gardu sosial harus memenuhi empat aspek utama, yakni mudah dijangkau, aman dari ancaman bencana, memiliki status lahan yang jelas, serta disetujui pemerintah kalurahan dan warga,” ujar Eka.
Ia menambahkan bahwa persediaan logistik di lumbung sosial terbagi menjadi dua kategori. Pertama, bantuan dari APBN berupa aset peralatan dan barang habis pakai seperti tenda, selimut, serta makanan siap saji. Kedua, bantuan dari APBD berupa barang habis pakai untuk memenuhi kebutuhan dasar kebersihan warga terdampak.
Melalui pembekalan ini, diharapkan para pengurus KSB semakin memahami pengelolaan logistik agar bantuan bencana dapat tersalurkan secara cepat, tepat, dan efisien. (KIM Moyudan/Giek)















