Headline.co.id, Jakarta ~ Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dinilai penting dalam memperkuat karakter, integritas, dan kesiapan aparatur negara menghadapi tantangan pelayanan publik serta pembangunan nasional. Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, menegaskan bahwa pembinaan karakter menjadi kebutuhan mendasar bagi ASN di tengah meningkatnya kompleksitas tugas pemerintahan dan tuntutan pelayanan masyarakat.
Ossy menyatakan bahwa nilai-nilai yang ditanamkan dalam Latsarmil, seperti kedisiplinan, integritas, empati, tanggung jawab, dan semangat pengabdian, memiliki relevansi langsung dengan tugas ASN sebagai pelayan publik. “Pembinaan karakter, kedisiplinan, integritas, dan empati merupakan fondasi penting bagi ASN dalam menjalankan tugas melayani masyarakat,” ujarnya usai menghadiri penutupan Latsarmil Komcad ASN Gelombang I Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) ini diikuti oleh 1.758 ASN dari berbagai kementerian dan lembaga. Dari jumlah tersebut, Kementerian ATR/BPN mengirimkan 23 pegawai untuk mengikuti pelatihan gelombang pertama. Ossy menilai pelatihan tersebut tidak hanya berorientasi pada aspek pertahanan negara, tetapi juga membentuk pola pikir dan budaya kerja ASN yang lebih disiplin, tangguh, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Menurutnya, konsep bela negara saat ini tidak selalu diwujudkan melalui tugas-tugas kemiliteran, melainkan dapat diterapkan dalam bentuk pelayanan publik yang berkualitas, profesional, dan berintegritas. Ia menegaskan bahwa ASN memiliki peran strategis dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah melalui pelayanan yang cepat, tepat, transparan, dan akuntabel.
Penguatan karakter aparatur juga dinilai sejalan dengan agenda reformasi birokrasi nasional yang menempatkan sumber daya manusia sebagai faktor utama dalam peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan. Selain meningkatkan kapasitas individu, program tersebut diharapkan mampu membangun budaya kerja kolaboratif, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong di lingkungan birokrasi.
Ossy berharap para peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dapat menjadi agen perubahan di instansi masing-masing dengan mengimplementasikan nilai-nilai disiplin, kepemimpinan, dan pengabdian dalam pekerjaan sehari-hari. “Nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan harus diterapkan dalam tugas pelayanan kepada masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh publik,” katanya.
Penguatan karakter ASN melalui berbagai program pengembangan kompetensi dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk mewujudkan birokrasi yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara efektif. Upaya tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia unggul sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045 serta mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam pembangunan aparatur negara yang berintegritas, berdaya saing, dan berorientasi pada pelayanan publik.




















