Headline.co.id, Gubernur Banten ~ Andra Soni, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Provinsi Banten akan dilaksanakan secara transparan. Hal ini disampaikan Andra setelah meninjau pendistribusian MBG dan tahapan pra-SPMB di SMAN 1 Ciputat, Kota Tangerang Selatan, pada Selasa (2/6/2026). Ia menekankan pentingnya peran serta seluruh pemangku kepentingan dalam mengawal program pemerintah agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.
Dalam kunjungannya, Andra mengamati bahwa distribusi MBG di SMAN 1 Ciputat berlangsung lancar. Jadwal pembagian makanan disesuaikan dengan waktu istirahat siswa atau dilakukan lebih awal agar tidak mengganggu kegiatan belajar, terutama di tengah pelaksanaan ujian sekolah. Menu yang disajikan setiap hari juga bervariasi dan memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan.
Selain itu, Andra juga memantau proses pra-SPMB yang sedang berlangsung. Ia menyatakan bahwa tahapan tersebut berjalan dengan baik dan transparan, serta menyaksikan langsung proses verifikasi data yang dilakukan panitia terhadap salah satu orang tua calon peserta didik. “Kami memastikan semua proses berjalan sesuai aturan,” tegas Andra.
Andra mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan dalam proses penerimaan peserta didik baru. Ia berharap sistem yang telah dibangun dapat berjalan sebagaimana mestinya tanpa adanya praktik titip-menitip atau intervensi terhadap kepala sekolah dan panitia pelaksana. “Kami tidak akan mentolerir adanya intervensi,” kata Andra.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Ciputat, Lina Nurlina, menyatakan bahwa pelaksanaan Program MBG di sekolahnya berjalan tanpa kendala. Program ini menjangkau seluruh peserta didik dari kelas X hingga XII dengan menu yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara bervariasi setiap hari. “Kami sangat terbantu dengan program ini,” kata Lina.
Terkait pelaksanaan SPMB, Lina merasa optimistis dan terbantu dengan komitmen Pemerintah Provinsi Banten dalam menjaga proses seleksi agar berlangsung sesuai aturan. Dukungan tersebut memberikan kepastian bagi pihak sekolah untuk menjalankan seluruh tahapan penerimaan siswa baru secara profesional dan objektif. “Kami yakin proses seleksi akan berjalan dengan baik,” ungkap Lina.
Lina menjelaskan bahwa hingga saat ini sekitar 2.400 calon peserta didik telah terdaftar dalam sistem pendaftaran SMAN 1 Ciputat, sementara daya tampung sekolah hanya tersedia untuk 288 siswa. Kondisi ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap sekolah tersebut dan menuntut panitia untuk bekerja lebih cermat dalam proses seleksi. Ia juga mengapresiasi kebijakan Pemerintah Provinsi Banten terkait sekolah swasta gratis yang dinilai dapat menjadi solusi bagi calon siswa yang belum berhasil diterima di sekolah negeri. “Kebijakan ini sangat membantu,” kata Lina.






















