Headline.co.id, Batang ~ Program Studi Agribisnis Universitas Diponegoro (UNDIP) Kampus Batang mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pembuatan Media Tanam Organik sebagai Upaya Pengurangan Sampah Rumah Tangga” di Desa Kluwih, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, pada Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan program Sosial Masyarakat (Sosmas) KKN Tematik IDBU 36 Universitas Diponegoro dan diikuti oleh anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar.
Ketua tim dosen Program Studi Agribisnis UNDIP Kampus Batang, Restie Novitaningrum, menjelaskan bahwa pelatihan ini berfokus pada pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) sebagai alternatif pemanfaatan sampah organik rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna. Peserta dibekali pengetahuan tentang pentingnya pengelolaan sampah organik, manfaat POC bagi tanaman, serta tahapan pembuatannya menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
“Pengolahan sampah organik tidak hanya mampu mengurangi timbunan limbah rumah tangga, tetapi juga dapat mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan melalui penggunaan pupuk organik,” jelas Restie Novitaningrum.
Pelatihan ini diharapkan menjadi solusi sederhana bagi masyarakat dalam mengurangi sampah organik rumah tangga sekaligus menghasilkan pupuk yang bermanfaat untuk budidaya tanaman. Teknologi yang disampaikan mudah diterapkan sehingga dapat terus dipraktikkan secara mandiri oleh anggota KWT.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan POC. Tim dosen bersama mahasiswa KKN Tematik IDBU 36 mendampingi peserta dalam setiap tahapan, mulai dari pemilihan bahan, proses pencampuran, hingga teknik fermentasi yang benar. Pendampingan secara langsung ini membuat peserta lebih mudah memahami proses pembuatan dan meningkatkan kepercayaan diri untuk mempraktikkannya secara mandiri.
“Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Anggota KWT Mawar aktif mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman dalam mengelola tanaman pekarangan, serta berdiskusi mengenai pemanfaatan limbah organik yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal,” ungkap Restie.
Salah seorang perwakilan KWT Mawar, Nanik, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. “Kami sangat senang bisa mengikuti pelatihan ini. Selama ini sampah dapur hanya dibuang begitu saja, padahal ternyata bisa diolah menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat untuk tanaman,” terangnya.
Menurut Nanik, penjelasan dari tim dosen dan mahasiswa KKN mudah dipahami karena langsung dipraktikkan. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dengan materi-materi lain yang bermanfaat bagi kelompok tani.
Melalui sinergi dosen, mahasiswa, dan masyarakat, kegiatan pengabdian ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah organik rumah tangga sekaligus mendorong pemanfaatannya menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi budidaya tanaman.
Program Studi Agribisnis UNDIP Kampus Batang berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan pengabdian yang memberikan solusi nyata bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih, produktif, dan berkelanjutan. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)


















