Headline.co.id, Changzhou ~ Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum melaju ke babak 16 besar Tiongkok Terbuka 2026 setelah menyingkirkan unggulan kedua asal tuan rumah, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian, Rabu, 22 Juli 2026. Ganda putri Indonesia itu menang dua gim langsung dengan skor 24-22 dan 21-17 di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Tiongkok. Kemenangan diraih melalui permainan menyerang sejak awal dan kemampuan menyesuaikan pola permainan dengan kondisi lapangan yang berangin.
Hasil tersebut menjadi salah satu perkembangan penting bagi Indonesia pada rangkaian babak 32 besar Tiongkok Terbuka 2026. Rachel/Febi bukan hanya melewati pasangan unggulan, tetapi juga membalik hasil dua pertemuan sebelumnya yang berakhir dengan kekalahan. Mereka mampu menjaga ketenangan ketika gim pertama berlangsung ketat hingga melewati angka 21.
Keberhasilan Rachel/Febi di Tiongkok Terbuka 2026 sekaligus memenuhi target awal yang ditetapkan bersama tim kepelatihan untuk memenangkan pertandingan pembuka. Setelah memastikan tiket babak berikutnya, keduanya memilih mengalihkan perhatian pada evaluasi permainan dan persiapan menghadapi lawan selanjutnya. Belum ada rincian lawan babak 16 besar dalam bahan yang tersedia.
Rachel/Febi Menang Dua Gim Langsung
Pertandingan berlangsung ketat sejak gim pertama. Rachel/Febi harus menghadapi tekanan dari Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian yang berstatus unggulan kedua dan tampil di hadapan publik sendiri. Duel berlanjut hingga deuce sebelum pasangan Indonesia mengamankan gim pembuka dengan skor 24-22.
Keunggulan satu gim memberi ruang bagi Rachel/Febi untuk mempertahankan pola permainan pada gim kedua. Mereka kembali mengendalikan poin-poin penting dan menutup pertandingan dengan skor 21-17. Kemenangan dua gim langsung itu memastikan langkah pasangan Indonesia ke babak 16 besar tanpa harus menjalani gim penentuan.
Serangan Sejak Awal Menjadi Pembeda
Febi Setianingrum menjelaskan bahwa pengalaman dari dua kekalahan sebelumnya menjadi bahan evaluasi sebelum memasuki lapangan. Menurut dia, Rachel/Febi berusaha menaikkan intensitas permainan sejak awal agar tidak kembali berada di bawah tekanan pasangan Tiongkok. Strategi tersebut diarahkan untuk mengambil inisiatif serangan lebih dahulu.
Febi mengatakan, “Kami belajar dari dua kekalahan sebelum ini, jadi tadi dari awal coba langsung meningkatkan hawa mainnya dan fokus untuk menyerang duluan.” Pernyataan itu menunjukkan bahwa perubahan pendekatan tidak dilakukan secara spontan, melainkan berangkat dari evaluasi atas pertemuan sebelumnya.
Adaptasi Angin di Changzhou
Selain inisiatif menyerang, kondisi lapangan menjadi faktor yang harus dikelola sepanjang pertandingan. Olympic Sports Center Gymnasium disebut memiliki kondisi berangin, sehingga arah dan laju kok dapat berubah sesuai sisi lapangan. Rachel/Febi menyesuaikan pilihan pukulan dan ritme permainan ketika berada pada posisi menang maupun kalah angin.
Rachel Allessya Rose mengatakan, “Dengan kondisi lapangan yang berangin kami bisa memanfaatkan situasi itu. Kami sudah tahu harus bermain seperti apa baik saat kalah ataupun menang angin.” Kemampuan membaca situasi tersebut membantu pasangan Indonesia menjaga kendali saat pertandingan memasuki fase kritis.
Fokus Beralih ke Babak 16 Besar
Meski mengalahkan unggulan kedua, Rachel/Febi tidak menjadikan hasil babak pertama sebagai pencapaian akhir. Febi menekankan perlunya mengurangi kesalahan sendiri agar permainan tetap stabil pada pertandingan berikutnya. Evaluasi itu penting karena tingkat tekanan akan meningkat seiring berjalannya turnamen.
Rachel menyatakan target awal yang dipatok bersama pelatih telah tercapai. Ia mengatakan, “Target awal kami dan juga kak Karel adalah menang di partai ini dan itu sudah berhasil. Setelah ini baru fokus ke pertandingan-pertandingan selanjutnya, satu demi satu.” Dengan pendekatan tersebut, Rachel/Febi kini menyiapkan diri untuk melanjutkan perjalanan di Tiongkok Terbuka 2026 tanpa melampaui fakta yang telah terkonfirmasi.






