Headline.co.id, Jakarta ~ Kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti ke Sorong, Papua Barat Daya, disambut dengan apresiasi dari para siswa. Marlince Yadafat, seorang murid SMK Negeri 1 Kota Sorong, menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai bentuk terima kasih atas peningkatan fasilitas pendidikan di sekolahnya.
Dalam surat yang dibacakan di hadapan Mendikdasmen, Marlince mengungkapkan rasa syukur atas dukungan pemerintah yang telah menghadirkan perubahan nyata melalui pembangunan perpustakaan, toilet, dan penyediaan makanan bergizi. “Dengan hormat, kami siswa-siswi SMK Negeri 1 Sorong menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, atas bantuan pembangunan perpustakaan, toilet, dan juga makan bergizi di sekolah,” ujar Marlince, dalam keterangan tertulis yang diterima , Kamis (28/5/2026).
Marlince menambahkan bahwa kehadiran perpustakaan yang lebih baik telah membuka ruang belajar yang nyaman dan meningkatkan minat membaca para murid. “Dengan adanya perpustakaan yang lebih baik, kami menjadi lebih semangat untuk membaca, belajar, dan menambah wawasan,” ungkapnya.
Selain itu, pembangunan fasilitas sanitasi yang lebih layak dan bersih turut meningkatkan kenyamanan dan mendukung terciptanya lingkungan belajar yang sehat. Marlince juga menyatakan bahwa perhatian pemerintah terhadap pendidikan di Papua menjadi motivasi bagi murid untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri. “Kami merasa sangat bersyukur dan bangga atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan pendidikan di daerah kami,” tuturnya.
Di akhir surat, Marlince menegaskan komitmen para murid untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi berikutnya. “Demikian ucapan terima kasih ini kami sampaikan atas perhatian dan bantuan Bapak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menekankan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya berhenti pada penyediaan sarana fisik. Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, serta membangun karakter dan kebersamaan sosial. “Sekolah adalah rumah kedua bagi anak-anak kita. Dengan itu, sekolah adalah miniatur Indonesia,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menjelaskan bahwa sekolah memiliki peran strategis untuk melahirkan generasi yang cerdas, terampil, dan mandiri, serta menjadi ruang integrasi sosial bagi anak-anak dari beragam latar belakang budaya, agama, dan ekonomi. Oleh karena itu, peningkatan kualitas fasilitas pendidikan dipandang sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menghadirkan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung tumbuhnya generasi Indonesia yang unggul.
Dari Sorong, pesan tersebut menguat: pendidikan yang layak bukan hanya soal bangunan sekolah, tetapi juga tentang menghadirkan harapan dan kesempatan yang setara bagi seluruh anak Indonesia, termasuk di Tanah Papua.


















