Headline.co.id, Jakarta ~ Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi mencanangkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta di Plaza Festival Pedestrian, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Minggu (10/5/2026). Acara ini juga menandai dimulainya Deklarasi Gerakan Pilah Sampah dengan tema “Menuju 5 Abad, Jaga Jakarta Bersih”.
Dalam sambutannya, Pramono menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di koridor Jalan H.R. Rasuna Said bertujuan untuk menunjukkan perubahan dan penataan ibu kota menuju kota global. “Pencanangan HUT ke-499 sengaja diadakan di tempat ini sebagai bagian untuk menunjukkan kepada masyarakat Jakarta bahwa Jakarta saat ini sedang berbenah,” ujar Pramono. Ia menambahkan bahwa sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, Jakarta akan menjadi kota global dan pusat perekonomian nasional.
Pramono juga menyebutkan bahwa kawasan Rasuna Said dipilih karena merupakan titik transformasi penting, terutama setelah pembongkaran tiang monorel yang terbengkalai selama hampir 20 tahun. “Di jalan ini dulu ada 109 tiang monorel. Monorel itu cukup mengganggu dan hampir 20 tahun tidak tersentuh,” jelasnya. Berkat dukungan berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum, persoalan sengketa monorel dapat diselesaikan, dan kawasan ini kini dibangun menjadi ikon baru Jakarta.
Penataan kawasan Rasuna Said meliputi perbaikan badan jalan, saluran air, pembangunan halte, jalur sepeda, pembaruan penerangan jalan umum, serta pelebaran trotoar dengan konsep complete street yang ramah bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas. Pramono menargetkan penataan ini selesai bulan depan dan optimistis bahwa Jalan Rasuna Said akan menjadi ikon baru Jakarta yang modern dan inklusif.
Pramono menekankan bahwa pembangunan Jakarta tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat, terutama dalam penanganan sampah. Melalui Deklarasi Gerakan Pilah Sampah, Pemprov DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk memilah sampah dari rumah guna mengurangi beban tempat pemrosesan akhir sampah.
Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, mengapresiasi langkah Pemprov DKI Jakarta yang dianggap dapat menjadi contoh nasional dalam pengelolaan sampah secara sistematis dan berkelanjutan. “Sesuai arahan Presiden, kami sedang mempersiapkan roadmap penanganan sampah agar dalam dua tahun selesai di seluruh Indonesia,” katanya. Jumhur menambahkan bahwa gerakan pilah sampah harus menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat.
Dukungan juga datang dari Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang menilai persoalan sampah sebagai tantangan besar yang harus segera diselesaikan. Ia menyatakan bahwa pemerintah telah menetapkan tarif tunggal untuk mempercepat proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) agar proses investasi dan pembangunan fasilitas pengolahan sampah lebih sederhana. Dalam roadmap nasional penanganan sampah, pemerintah menargetkan penanganan darurat sampah di 71 kota, termasuk Jakarta, melalui teknologi insinerator dan waste to energy.





















