Headline.co.id, Bantul ~ Polres Bantul membuka layanan pelaporan bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga setelah ditemukannya dua jenazah misterius di aliran Sungai Bedog, Dusun Mangir Tengah, Sendangsari, Pajangan, Bantul, Senin (11/5/2026). Hingga kini identitas kedua korban masih belum diketahui, bahkan jenis kelamin korban juga belum dapat dipastikan karena kondisi jenazah yang sudah rusak berat.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor guna membantu proses identifikasi korban.
“Kami menghimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar melaporkan ke kepolisian terdekat atau dapat menghubungi Polres Bantul melalui hotline 110 atau 087875202024 untuk dapat difasilitasi pencocokan DNA-nya,” ujar Iptu Rita Hidayanto kepada headline.co.id.
Menurut Rita, kondisi jasad yang ditemukan sudah mengalami pembusukan lanjut sehingga proses identifikasi membutuhkan pemeriksaan lebih mendalam di RS Bhayangkara Polda DIY.
“Mayat Mr/Mrs X belum dapat dideteksi jenis kelaminnya,” katanya.
Sebelumnya, penemuan jenazah tersebut berawal saat seorang warga bernama Endri Widiatmoko sedang memancing di Sungai Bedog sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu saksi melihat benda menyerupai celana berwarna gelap di antara tumpukan sampah sungai.
Namun setelah didekati, benda tersebut ternyata merupakan mayat manusia dalam kondisi membusuk. Saksi kemudian melaporkan penemuan itu kepada warga dan perangkat dusun sebelum diteruskan ke pihak kepolisian.
Saat proses identifikasi di lokasi, petugas juga menemukan tengkorak manusia lain dalam kondisi berlumut sekitar tiga meter dari lokasi mayat pertama ditemukan. Berdasarkan pemeriksaan awal tim medis, mayat pertama diperkirakan telah meninggal sekitar dua hingga tiga minggu lalu, sedangkan tengkorak kedua diduga sudah berada di lokasi selama berbulan-bulan.
Saat ini kedua jenazah telah dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk pemeriksaan forensik dan identifikasi lebih lanjut, termasuk proses pencocokan DNA apabila ada laporan keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya.






















