Headline.co.id, Sleman ~ Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah memulai langkah strategis dengan membentuk Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) di 1.212 padukuhan. Inisiatif ini bertujuan untuk mengatasi krisis sampah di daerah tersebut. Program ini merupakan bagian dari visi jangka panjang yang ditargetkan tercapai pada tahun 2029, dengan fokus pada pengelolaan sampah langsung dari sumbernya di tingkat rumah tangga.
Keputusan untuk memperkuat pengelolaan sampah di tingkat akar rumput diambil sebagai respons terhadap penurunan kinerja pengelolaan sampah di Kabupaten Sleman dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data dari DLH, kinerja pengelolaan sampah yang sempat mencapai 63 persen pada tahun 2022, menurun drastis menjadi 24 persen pada 2024, sebelum naik sedikit menjadi 26 persen pada 2025.
Vitasari, perwakilan dari DLH Sleman, menegaskan bahwa kondisi ini merupakan peringatan keras bagi semua pemangku kepentingan untuk segera beralih ke sistem pengelolaan mandiri. “Ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk beralih ke sistem yang lebih mandiri,” ujar Vitasari dalam keterangannya pada Rabu (6/5/2026).
Program pembentukan KPSM telah diintegrasikan ke dalam Program Strategis Bupati Sleman melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Melalui skema ini, setiap padukuhan diharapkan dapat menciptakan nilai ekonomi dari pengolahan sampah organik maupun anorganik, sehingga dapat mengurangi beban pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) secara signifikan.
Panewu Moyudan, Dwi Agung Maryoto, menyatakan kesiapan wilayahnya dalam mendukung target kabupaten. Saat ini, Kapanewon Moyudan telah memiliki Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) yang menaungi 30 KPSM aktif. Pihaknya juga bekerja sama dengan akademisi untuk mengoptimalkan teknologi pengolahan. “Kami siap mendukung dan mengimplementasikan program ini dengan sebaik-baiknya,” kata Dwi Agung.
Sebagai bagian dari sosialisasi kebijakan tersebut, DLH Sleman mengadakan pertemuan koordinasi di Ruang Rapat Abhinaya, Kapanewon/Kecamatan Moyudan, pada Rabu (6/5/2026). Acara ini dihadiri oleh jajaran Lurah se-Kapanewon Moyudan, para Dukuh, Petugas Pendamping Pengelola Sampah (P3S), serta penggiat lingkungan setempat untuk menyinkronkan langkah penanganan sampah di wilayah tersebut. (Giek/KIM Moyudan)




















