Headline.co.id, Temanggung ~ Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Temanggung berupaya meningkatkan pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk memperluas deteksi dini penyakit di masyarakat. Hingga saat ini, program tersebut baru mencapai sekitar 40 persen dari total sasaran lebih dari 820 ribu jiwa. Kepala Dinkes Temanggung, dr. Intan Pandanwangi, menyatakan bahwa capaian ini masih jauh dari target yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Menurut dr. Intan, rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu kendala utama. “Masih ada yang enggan cek, karena khawatir kalau ditemukan penyakit. Ini yang terus kami edukasi,” ujarnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Dinkes menemukan tren peningkatan kasus penyakit tidak menular, terutama Diabetes Melitus (DM) dan hipertensi, yang mulai banyak ditemukan pada kelompok usia muda, termasuk pelajar.
Dr. Intan menjelaskan bahwa pola makan tidak sehat menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kasus penyakit tersebut. Konsumsi makanan cepat saji dan minuman tinggi gula dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit tidak menular di masyarakat. Oleh karena itu, Dinkes terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan CKG yang kini tersedia di sejumlah puskesmas.
Program ini diharapkan dapat memperluas deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan. Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Temanggung menargetkan peningkatan cakupan layanan sesuai target Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yakni sekitar 56 persen. Dengan meningkatnya cakupan pemeriksaan kesehatan, penanganan penyakit diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
“Sekarang Cek Kesehatan Gratis tidak harus menunggu tanggal ulang tahun. Bisa langsung ke Puskesmas saja dan akan diarahkan sama petugas. Jangan takut, karena deteksi dini lebih bagus,” tutup dr. Intan.



















